PMS dan Perempuan

“Tan lagi PMS ya? Marah-marah mulu?”

“Aku sih gak mesti nunggu PMS untuk marah-marah. Lagian ada pulak lagi itu marah-marah terjadwal” Jawab saya sengit.

PMS itu Pre Menstruasi Syndrom. Gejala-gejala yang terjadi pada perempuan kala menjelang menstruasi. Ya kira-kira gitu lah definisinya. Gejala-gelala tersebut beda-beda untuk setiap perempuan. Saya sendiri hampir gak pernah punya masalah sama PMS atau menstruasi itu sendiri. Paling cuman beberapa jerawat yang ramah menghampiri kalau menstruasi saya udah deket. Ya jerawat-jerawat gede-gede mulai berkembang memeriahkan wajah. Ya itu saja PMS saya. Gak pake marah-marah. Kalau mau marah ya marah aja, kenapa juga mesti nunggu PMS? Hehehehe…

Saat menstruasi datang pun saya gak punya kendala seperti nyeri haid. Konon ibu saya juga seperti saya. Kami haid tanpa masalah. Karena tak ada tanda-tanda nyeri lah maka saya suka kaget-kaget sendiri gitu pipis eh udah liat darah dimana-mana. Hehehehe. Ini bagus atau tidak saya sendiri gak tau. Hanya saya suka kasihan ngeliat kakak sepupu saya yang kalau udah haid hari pertama dan kedua dia bisa lemes banget karena nyeri haidnya kataknya sungguh dahsyat. Dia bisa gak keluar kamar dan guling-guling di kasur seharian. Sungguh haru. Saya pas pertama kali liat polahnya seperti itu saat masih SD sempet bergidik ngeri kalau entarnya saya haid bakal kayak gtu. Nyatanya, Alhamdulillah. Tak ada masalah berarti.

Teman saya bilang kadang area payudaranya suka gatal kalau lagi haid atau membengkak atau mengeras atau sakit kalau tersentuh. Saya? gak ngerasa juga. Nah. Kalau ini saya udah ngerasa aneh. Kok iya saya haid tanpa ada sinyal apa-apa selain jerawat sih?

Seorang teman dekat saya pernah haidnya sampai pingsan. Heboh. Pingsannya gak liat situasi dan kondisi pula lagi. Saat itu tahun pertama kuliah saya. 2006. Teman saya haid hari pertama. Kami sedang kuliah di Ruang Kuliah Umum di lantai 2. Saat sedang asyik masyuk bergoss eh.. belajar tiba-tiba suara sirine/alarm pertanda bencana tsunami terdengar. Sepertinya gempat tak ada sebelumnya. Tapi karena namanya trauma karena tsunami baru berlalu 2 tahun. Semua orang pada heboh lari untuk mencari perlindungan. Kami yang di lantai dua pun heboh buru-buru turun meskipun saya sendiri masih sibuk tanya sama temen-temen “emang gempanya kapan?”

Nah. Temen saya yang sedang haid ini memang sudah pusing sejak tadi pergi kuliah. Tapi siapa sangka dia pingsan. Yap! Dia pingsan tepat dimana orang pada sibuk menyelamatkan diri karena adanya pertanda tsunami. Saya jadi nyangak ngeliat dia pingsan. Pengen bilang, “Sil, pingsannya ditunda aja deh. Ini orang pada sibuk sendiri” tapi gak mungkin kan bilang kayak gitu?.

Seorang teman dekat saya udah kabur aja tiba-tiba ketika saya bilang kita lebih baik menggendong Silla (nama samaran) ramai-ramai. Jadi kami yang temenan satu parte tinggal berdua. Tenaga dua orang gak cukup untuk menggendong Silla dari lantai dua ke bawah. Jauh. Ngeri. Capek. Berat. Ya meskipun Silla kurus tapi berat 46 kilo dengan tinggi 163 cm kira-kira cukup melelahkan bila saya yang beratnya hanya 42 menggendongnya. Teman saya lainnya bobotnya sendiri 48 kilo kira-kira. Mau minta bantuan bingung minta sama siapa semua orang pada sibuk menyelamatkan diri sendiri dari ancaman tsunami. Sampai akhirnya, syukurlah kami melihat dua malaikat kembar yang mau menolong kami. Teman kami yang kembar ini bersedia membantu kami menggendong Silla sampai ke bawah lalu memasukkan Silla ke mobil mereka untuk diantar sampai kerumah. Alhamdulillah.

Tapi meskipun kami sudah berempat (perempuan semua) menggendong seorang perempuan, tetep aja berat euy. Capek. Apalagi mesti nurunin tangga pula. Herannya teman saya ini kok gak bangun-bangun gitu. Nyadar kek dikit aja, ini malah tetep aja nutup mata😀

Akhirnya perjuangan kami berakhir dengan membawa pulang teman saya yang pingsan itu ke rumah. Lalu hal yang saya pesan ke dia ketika dia siuman adalah, “kalau haid jangan kuliah deh”. Besoknya terdengarlah kabar kalau bunyi sirine/alarm tsunami itu hanyalah PERCOBAAN. *sigh* Saya bilang juga apa, gempanya gak ada!

Melihat keanehan-keanehan yang terjadi saat perempuan haid sebenarnya menyeramkan juga. Apalagi untuk kaum lelaki. Dari yang marah-marah ampe pingsan saya kira lelaki harus waspada sama yang namanya PMS/ Mens pada perempuan. Karena saya saja yang perempuan masih terheran-heran sama beragam macamnya gejala-gejala PMS para perempuan di dunia.

Lantas teman saya kembali berujar untuk saya, “Kalau kamu marah-marah tiap hari. Itu berarti PMS kamu tiap hari dong”.

……

2 thoughts on “PMS dan Perempuan

  1. saya sebagai lelaki mau berbagai tips menghadapi wanita yang lagi PMS, tipsnya yaitu: tidak ada. Hahahaha PMS itu sudah, diapa-apain gak bisa, lelaki harus nrimo aja . Eh plus satu lagi, dimanjain aja tuh wanita hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s