Nonton Ijab Kabul

Hari Minggu lalu, jam 6.30 saya udah sibuk bersiap-siap mandi dan sibuk ngewarnain wajah saya dengan perkakas make-up. Tenang. Saya bukan mau jogging ke Blang Padang dengan make up begitu. Saya mau ke acara nikahan (ijab Kabul) abangnya sahabat saya yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB.

Sebelumnya saya gak pernah menghadiri acara Ijab Kabul. Saya selalu hanya datang ke acara resepsi pernikahan saja. Bukan apa-apa. Di acara Ijab Kabul gak ada banyak makanan terhidang layaknya resepsi pernikahan. *ditoyor penghulu.
Jadi-lah seperti ini saya ketika berada di Mesjid Raya Baiturrahman menyaksikan hari bahagia abangnya teman saya itu.

1. Pengantin perempuan hendak menuju ke tengah-tengah kerumunan untuk didudukkan di sebelah pengantin pria. Untuk bangkit dan duduk kembali pengantin perempuan mesti dibantu berdiri dan juga didudukkan kembali.
Komentar saya sama sahabat saya: Ternyata pengantin sama orang sakit itu beda tipis.

2. Saat pembacaan Ijab Kabul ternyata gak kayak di tivi-tivi. Hanya sang mempelai pria yang beringsut mendekati penghulu dan wali nikah ke depan. Sementara mempelai wanita ditinggal sendiri di tengah-tengah duduk sambil bengong negliat suaminya baca ijab Kabul
Komentar saya kepada sahabat saya: Jeh. Kok gak kayak di tipi-tipi. Kok gak ada adegan mereka duduk di bawah satu selendang dan berdampingan, mempelai pria mengucap ijab Kabul yang wanita mesem-mesem sambil deg-degan.

3. Seusai Ijab Kabul mempelai wanita menyalami mempelai pria. Hanya itu.
Komentar saya: kok suaminya gak kecup kening istrinya sih?

4. Acara sampai disitu saja.
Komentar saya: JADI? JADI? JADI? JADI JADI MEMPELAI PEREMPUAN ITU CUMAN NENGOKIN SUAMINYA BACA IJAB KABUL DOANK? Cuman untuk adegan setengah jam itu mesti ya dandan menor yang ampe 2 jam terus pake baju yang untuk bangun aja SUSAH? Cih! Udah bener akad nikah jaman dulu kayaknya. Mempelai wanita gak ada yang ke mesjid ikutin liat ijab Kabul. Mempelai wanita dirumah aja. Adem ayem. Yang ke mesjid Cuma wali nikah si perempuan dan sanak family yang ikut mendoakan.

Daaaan… masih banyak lagi komentar saya. Tapi saya sadar saya harus berhenti sebelum diusir penghulu atau gak diijinin poto bareng pengantin. Bukan. bukan saya maruk poto sama pengantinnya. Biasa aja kali ituh pengantin. Bukan Tom Cruise sama Angelina Jolie juga *salah pasangan, Tan!*
Yang saya khawatirkan itu adalah perjuangan saya bangun paginya ini demi bisa cantik dan kena jepret barang sekali aja. Yaah.. mau minta potograpernya moto saya sendiri juga pasti entar dibacok sama abangnya temen saya itu, jadinya saya ikhlas deh meskipun dijepret cuma sekali doank dan itupun bareng pengantin dan empat teman saya (termasuk yang ngundang)
*dasar banci kamera😀


Eh menyoal busana/kebaya pengantin. Kebanyakan orang makai warna putih atau warna-warna kesukaannya yang masih tergolong warna-warna kalem. Tapi saya belum liat yang make warna item. Nah untuk saya bolehkah nanti warna hitam? Karena ini warna kesukaan saya *pertanyaan ini ditujukan ke pacar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s