Ctrl+C Lalu Ctrl+V, Simpel Amat.

Cukup sering saya menemukan tulisan-tulisan copy-paste di berbagai blog pribadi orang-orang. Masalah? Sebenarnya enggak. Toh kalau tulisan itu bagus kenapa enggak dibagi, kan? Mana tau ada yang belum pernah baca tulisan itu. Yang jadi masalah adalah apabila sang copas tidak mencantumkan sumber tulisan itu berasal dari mana.

Dunia blog-blog-an ini memang kerap kita jumpai tulisan yang serupa dan tersebar ke banyak blog lainnya. Hobi copas ini mewabah. Menjamur. Jadi memang kita gak tau siapa sebenarnya penulis asli tulisan tersebut. Ini dia masalahnya memang.

Sebut saja tulisan bergenre ‘motivasi’ atau ‘sebagai bahan renungan’ yang begitu banyak tersebar entah dimana-mana. Tulisan-tulisan ini menyentuh memang. Mengharukan dan semakin banyak yang baca semakin banyak yang copas. Yang saya sayangkan adalah apabila ada penulis yang melakukan hal yang sama.

Baiklah. Gak masalah memang copas-copas-an itu ASALKAN cantumkan sumbernya. Sebagai penulis yang menghargai karya orang lain ini perlu. Karena ini semacam sebentuk idealism (walaupun sebenarnya saya gak tau arti kata idealisme sesungguhnya) dalam dunia tulis menulis (menurut saya loh). Kalaupun ngerasa tulisan itu sudah banyak beredar, tetap saja berikan catatan kalau ini bukan tulisan pribadi dan masukan link dimana kamu mengambilnya, karena dengan begitu kita sudah memberitahukan pada pembaca bahwa kita bukan penulis asli dan kita gak semena-mena mengakui itu tulisan kita.

Saya sendiri, bisa dibilang gak pernah narok-narok cerita-cerita menggugah itu di note Fb, Blog. Saya gak hobi copas. Kalaupun mungkin suatu ketika saya menyukai sebuah tulisan dan saya merasa perlu dibagi, langkah yang saya lakukan adalah memberikan link menuju ke sumber tulisan itu langsung. Atau iya, saya copas dan tak lupa menyebutkan sumber. Karena apa? karena itu sebentuk penghargaan saya akan sebuah karya menulis.

Saya sendiri sudah dua kali tulisan saya di copas oleh orang lain. Tulisan pertama yang di copas diambil dari catatan FB saya. kemudian sang pelaku membuat itu tulisan seolah-olah miliknya, dan bahkan dia menerima banyak komentar dan sanjungan lebih daripada saya. Miris memang, tapi apa hendak dikata, ini dunia maya, dimana tinggal Ctrl+C lalu Ctrl+V semua bisa jadi milik orang lain. Saat itu saya belum murka. Toh ketika itu saya baru setahunan mulai menjadikan nulis adalah sebuah kesukaan.

Tulisan kedua terjadi di tahun kemarin kalau saya gak salah. Atau tahun 2009 (mulai lupa). Tulisan berjudul Kamu Kayak Kopi berhasil di copas ke blog orang lain. tulisan tersebut awalnya hanya saya sebarkan di catatan Fb saya, lalu tiba-tiba ada seseorang yang berkomentar kalau saya copas tulisan di blog orang lain untuk saya jadikan catatan di FB. Nah ini saya murka. Asal aja nuduhnya. Apalagi ketika saya gak bisa membuktikan siapa yang duluan nyebar itu tulisan karena kami mem-publish di hari yang sama. Dan waktu posting tak lagi tercatat. Siapa copas siapa coba? Udahlah kalau sekadar tulisan saya di copas gak masalah. Tapi saya yang dituduh copas balik tulisan saya sendiri itu rasanya kayak makan ayam penyet kebanyakan cuka tau gak? Asem banget.

Saya gak tau emang ayam penyet pake cuka atau gak.

Karena saya tau segimana gak sukanya tulisan saya dicuri maka untuk itu saya berusaha gak mencuri tulisan orang lain.

Di ngerumpi ini banyak penulis-penulis keren. Yang kalimat-kalimatnya menggugah atau menggoda. Banyak saya temukan komentar “izin copas yak?”. Yang saya pertanyakan adalah copas kayak gimana?

  1. Copas utuh lalu di akhir tulisan dicantumkan sumber asli tulisan.
  2. Copas tanpa menyebutkan siapa penulis asli dan seolah-olah yang copas-lah yang menulis.
  3. Menggunakan button ‘Share’ yang lebih simple lalu tersebarlah tulisan tersebut ke akun FB-mu atau Twitter atau apalah…

Kalau saya? saya milih yang ketiga. Gak repot. Tinggal saya berikan aja komentar ketika hendak di publish di FB berisi “Tulisan ini lucu banget. Asli. Baca deh”. Yah.. itu contohnya.

Kalau kamu yang kayak gimana?

Ps: Yah.. mungkin saya dianggap lebay mempermasalahkan keaslian tulisan di dunia maya yang memang gak bisa dikontrol. Tapi yaa… saya hanya menghargai. Itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s