Rasa Cinta Daur Ulang

Dengan sadar aku tau akan peran kita masing-masing.

 

Ada orang lain sebelum aku yang selalu menyapa manismu kala mentari pagi menyapa. Ada orang lain sebelum kamu yang mengantar tidurku sebelum aku terlelap. Tapi tetap saja entah bagaimana aku merasa tak suka.

 

Aku telah berjanji untuk gak mempermasalahkan apapun yang berbentuk ‘masa lalu’. Itu janjiku pada diriku sendiri. Bukan hanya padamu.

Tapi ketika akhirnya aku mendapati masa lalumu, ada sebongkah jengkel menyeruak.

 

Cemburukah?

Tidak. Aku akan merasa sangat konyol bila harus mencemburui masa lalumu.

 

Aku marah.

Benar. Aku marah karena masa kini ternyata hanya daur ulang masa lalumu.

 

Aku merasa seperti ‘didaur ulang’.

Atau seperti artis pendatang baru yang maruk pengen dibilang multitalenta yang menyanyikan lagu-lagu lama untuk ia nyanyikan kembali dengan modal suara pas-pasan.

Ya. Mereka menyanyikan LAGU LAMA. Mereka mendaurulang lagu. Membuat video klip baru. Menciptakan suasana modern bermodalkan WAJAH BARU mereka yang cantik/ganteng. Tapi tetap saja, isi dari lagu tersebut adalah LIRIK LAMA.

 

Aku ternyata hanya kamu daur ulang. Aku sosok yang berwajah baru yang kamu dendangkan dengan syair lama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s