Usia Memang SEKEDAR Soal Angka, Akan Tetapi…

Gak ada korelasinya emang antara usia dengan tingkat kedewasaan seseorang. Yah.. anak kecil juga tau usia gak menjamin seseorang mampu bersikap bijak atau gak. Usia itu sendiri bahkan gak bisa menentukan kapan seseorang bakal mati.

 

Saya membuat kriteria calon pasangan saya kelak adalah yang usianya minimal 5 tahun lebih tua dari saya dan maksimal 10 tahun lebih tua. Karena hal ini seorang teman berkomentar, “kamu nyari yang lebih tua karena pengen dapet orang yang lebih dewasa, kan? Nah. Itu anak (merujuk pada seorang lelaki) walaupun gak lebih tua dari kamu tapi aku rasa cukup dewasa kok.”

 

Saya menjawabnya dengan mengatakan kalau tak ada hubungannya usia seseorang dengan kedewasaan yang dia miliki. Malah ketika saya dekat dengan lelaki yang 7 tahun lebih tua dari saya, dia bisa bertingkah kayak ababil. Jadi saya taulah soal umur dan dewasa itu kayak gimana. Nah. Kenapa saya ngotot juga pengen pasangan saya kelak jauh lebih tua dari saya?

 

Bagi lelaki usia memang HANYA SEKEDAR soal angka. Akan tetap bagi perempuan usia selain SEKEDAR soal angka juga soal garis-garis keriput pada wajah.

 

Begini. Masa-masa paling oke bagi perempuan itu yang antara umur 20-30. Dimana wajah masih cantik-cantiknya. Diatas 30 sebagian orang telah mengalami penuaan dini (menurut iklan kosmetik), dan usia 40 keatas perempuan itu sudah berkeriput. Beda sama lelaki, usia 30 keatas itu lelaki udah bisa dibilang matang. Usia 40 itu malah masa-masa kejayaan lelaki dimana karir, uang, keluarga telah ia miliki. Dan lelaki makin tua makin ‘ganteng’. Ini saya nilai aja dosen saya yang lelaki, saya menilainya bapak ini ‘ganteng’ terlepas dari bener atau gak-nya ganteng tetapi mereka terlihat ‘ganteng’ dengan cara mereka sendiri. Mereka terlihat ganteng karena aura kedewasaannya. Nah kalau dosen perempuan, makin tua ya makin keliatan garis-garis halus dibibirnya dan dibawah matanya.

 

Kan gak setiap perempuan mampu ‘mengolah’ wajahnya kayak Titik Puspa yang semakin muda saja kelihatannya. Apalagi saya, mana mampu saya melakukan operasi plastik guna terus memperbarui wajah saya ketika saya menua nanti.

 

Untuk itulah, saya memilih pasangan yang usianya terpaut jauh sama saya. Agar kelak ketika usia saya 40 (dimana perempuan lebih cepat keriput ketimbang lelaki) saya masih keliatan lebih muda dari pasangan saya. Konyolkah? Yaah.. ini sih pemikiran dan keinginan saya.

 

Tapi tetap saja saya menemukan hambatan, ketika saya menemukan lelaki yang lebih tua eh ternyata dia malah terlalu kekanakan yang membuat saya gak tahan.  Tetep aja saya gak mau pasangan yang tua tapi jelmaan anak SMP.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s