Jenggotnya Mana?

Di senin pagi menjelang siang. Di kantor dan tengah asyik berselancar di dunia maya alih-alih kerja, tiba-tiba saya sadar saya tengah menggaruk-garuk kaki saya dengan brutal. Gitu nyadar saya mikir, ‘kenapa juga saya mesti menggaruk kaki saya’  dan lihatlah saya sumber gatal itu.

 

OWEMJIH.

Menggelikan.

Bintik-bintik merah bermunculan dengan jumawanya di kaki saya yang memang jauh dari kata mulus itu. Bintik-bintik itu selain gatal memang berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri demi melihatnya.

Pulang kantor saya adukan hal itu kepada Ibu saya. Karena gatal-gatal ini gak disertai dengan demam maka beliau bingung juga apa yang menimpa anaknya ini. Kalau alergi sih. Selama 23 tahun ini saya gak pernah alergi dan kemarin itu saya memang cuma makan telur dadar dan nasi goreng sebelum gatal-gatal itu menyerang.

 

Adik saya berkomentar kalau alergi saya disebabkan oleh lotion yang saya pakai. Karena dia pernah juga merasakan hal yang sama ketika memakai lotion itu. Bedanya adalah, gatal-gatal itu langsung hilang ketika sorenya sedangkan ssaya bertahan sampai lebih dari 24 jam. Anehnya adalah, itu lotion udah saya pakai lamaaaaa banget, dan kenapa baru sekarang gak cocoknya? KENAPA? Aneh sekali bukan?

 

Berhubung setelah 24 jam lebih gatal-gatal itu masih mengganggu , ibu saya menyarankan saya untuk pergi berobat. Pilihannya adalah, Dokter, Mantri, Bidan, Pengacara, Tukang Jahit, Guru, Reporter, atau Dukun.  Setelah saya pikir-pikir, kayaknya mantri pilihan yang tepat untuk kasus sesepele gatal-gatal ini. Lagian maksa bener kalo harus ke dokter hanya untuk perkara gatal tapi harus ngantri ampe berkumis. Lalu apa itu? Pengacara? Mahal amat kayaknya kalau harus berkonsultasi sama dia. Bidan? Dukun? Apalagi ini…

 

Ibu saya nyuruh saya pergi ke Mantri dengan sebutan Pak Jenggot. Pergilah saya kesana ditemani oleh Ayah saya. Owkeh. Aneh memang di umur setua ini masih pergi ditemani oleh ayah. Tapi.. so what? Ayah juga ayah saya, kenapa situ mesti repot? Kalaupun ternyata ini bukan ayah saya dan saya adalah putri yang tertukar, gak masalah juga kan selama putrinya yang seseungguhnya belum ditemukan?

 

Singkat cerita saya pergi ke Pak Jenggot. Surprise ketika yang saya temui jauh dari ekspektasi saya. Mantri itu laki-laki. Tapi belumlah bisa dibilang bapak-bapak dan gak ada jenggotnya pula lagi. Merasa tertipu saya bertanya pada ayah saya.

“Bener ini tempatnya?”
“Iya.” Jawab Ayah saya.

“Itu mantrinya?” saya masih ragu

“Iya.”

“Kok gak berjenggot? Terus itu dia juga masih muda”

“Yah.. kalo gak berjenggot berarti bukan Pak Jenggot” jawab ayah saya

“Jadi ini siapa?”

“Liat aja, kalo berkumis Pak Kumis berarti”
“Gak ada kumisnya juga” okeh.. saya tau ini percakapan makin gak penting emang.

Lalu akhirnya ayah saya jawab dengan benar, “Itu anaknya”

“Oh…. “ jawab saya. lalu beberapa jenak kemudian, “namanya siapa, Pi?”

“Pak Rambut, mungkin. Dia punya rambut, kan?”

*&^%FFG!JI^%#@!$!&*))__(*&^HFE$%&(__!(*^^__@##$

 

Selesai berobat. Ayah saya kembali bertanya, “apa dibilang?”

“Katanya alergi” jawab saya

“alergi apa?”
“Dia bilang sih telur, karena kemarin pagi adek cuman makan telur sama nasi goreng. Aneh kan? Padahal selama ini gak pernah punya masalah sama telur” jelas saya.

“Yah.. mungkin karena faktor umur.” Komentar ayah saya kejam.

Saya langsung berasa jadi perempuan paruh baya. Demi melihat muka anak gadisnya langsung pucat, buru-buru ayah saya nambahin,”Bukan udah tua. Tapi mungkin sejak umur sekarang udah gak cocok lagi makan telur”

Cihhhuy… analisis maha keren. Sumpah. Saya gak habis pikir darimana datengnya inspirasi begitu jumawa dari ayah saya hingga mampu menyimpulkan kayak gitu. Apa hubungannya coba? Emang ada ketidakcocokan akan sesuatu di umur tertentu. Apalagi kalau itu cuman perkara selepe berupa alergi.

 

Laah.. kalo udah dijawab kayak gitu sih, kadang saya yakin sepenuhnya kalau saya ini anak kandungnya yang benar. Sifat dan sikap gak beres saya emang turunan beliau 🙂

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s