Kamu dan Aku, Mantanku :)

Berdua. Kamu dan aku dan kisah-kisah kita yang tanpa ujung. Kamu dengan sanger-mu, aku dengan milo dinginku dengan gula satu sendok saja. Kamu dan aku menghabiskan pagi bersama.

 

Pagi beranjak dan menyeret mentari bersinar terik. Kita masih berdua. Masih berkisah tanpa henti tanpa habis dan terus memburu nafas.  Tanpa henti dan tak ingin dihentikan. Kamu dan aku, belum beranjak jua.

 

Siang menghampiri dan kita melanjutkan lagi kebersamaan. Makan berdua yang begitu kita rindukan momentnya. Bersama menyantap makanan kesukaan. Tentu masih berkisah sembari mengunyah. Kamu dan aku, masih berdua.

 

Telah lama sudah kebersamaan ini tak lagi menghampiri kita. Apa hendak dikata, aku semakin sedikit mempunyai waktu luang, sedangkan kamu telah bersama yang lain dan memang sudah harus kuikhlaskan. Tapi kini kita bersama, aku mencuri waktu sibukku demi kamu, kamu menyingkirkan sebentar kekasih hatimu demi aku. Demi waktu kita berdua yang teramat kita rindukan.

 

Dan disinilah kita, mantanku. Bersama. Kamu dan aku. Berdua. Berbagi kisah, menyambung kembali mimpi yang pernah tergeletak tak tersentuh. Berdua, mencoba merangkai aksaramu ditambah aksaraku guna menyatukan kita pada suatu tempat lain. Tempat milik kita berdua. Tanpa kekasihmu, tanpa sibukku. Kamu dan aku.

 

Bermantankan memang lebih indah, seperti katamu. Dan aku masih mencintaimu, mantanku. Kamu mantan terhebatku, karena kamu pernah memilihku sebagai kekasih terhebatmu.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s