PDKT Untuk Selamanya

Menurut saya masa-masa paling indah dalam membangun hubungan antara lelaki dan perempuan itu adalah masa-masa PDKT. Damai dan tenang. Sayangnya PDKT itu cuma sebentar masanya, karena kebanyakan orang begitu merasa cocok gak sabaran pengen ganti status jadi  “in relationship”

 

Bayangin aja, dalam masa PDKT gak ada istilah ngambek, marah karena telat dijemput, murka karena gak dibales sms, atau merajok gantung diri karena telpon gak diangkat. Pada masa PDKT gak ada istilah sensitive (test pack yak?) apapun kesalahan diterima dengan lapang dada yang selapang lapangan bola dikali 2. Menerima segala kekurangan dan tentu aja menerima kelebihan, apa lagi kalo kelebihan uang (lumayan bisa bayar cicilan kipas angin).

 

Nah, karena masa PDKT yang begitu indah memabukkan ini maka orang-orang memilih untuk berpacaran. Pada fase pacaran itu barulah sifat asli keluar sama. Ngambek-ngambekan adalah jadwal wajib kalo udah pacaran. Telat dijemput sewot, gak dibales sms murka. Gak ada lagi istilah mengabaikan kekurangan. Kalo ada yang kurang protes.

 

Yah.. itu biasanya yang terjadi.

 

Makanya saya begitu menyayangkan kenapa masa PDKT harus sebentar? Dan kenapa pada masa PDKT semua harus menunjukkan kesempurnaan? Dan saya rasanya malah pengen di-PDKT-in terus karena ngerasa saat PDKT lebih indah ketimbang saat pacaran, karena pacaran banyak tuntutan (padahal saya gak berbuat tindakan kriminal loh, kok dituntut?).

 

Yah.. itulah kenapa saya terlalu skeptis sama hubungan pacaran. Pacaran banyak ribet dan ributnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s