Celoteh Tentang Hujan

Saya memang menyukai hujan. Okeh. Maaf aja, kalau tampang dan perangai saya gak sinkron sekali sebagai orang yang menyukai hujan. Saya juga gak tau kenapa saya bisa sok-sokan romantic atau mellow karena suka sama hujan. Aah. Sudahlah, walaupun saya memang gak ada lembut-lembutnya tetap aja menyukai hujan hak saya kan? #gak boleh bantah.

 

Saya menyukai hujan, akan tetapi saya pernah merasa sendu sekali kalau hujan itu hadir di Sabtu sore. Bukan karena saya mempunyai kenangan buruk, kebalikannya, karena saya punya kenangan indah di hari Sabtu sore dan hujan. Tapi itulah, gak hanya kenangan buruk saja yang ingin dilupakan seseorang, kenangan indah pun ada yang ingin dilupakan karena kenangan itu hanya akan membuat hidup berjalan di tempat.

 

Ya, kenangan indah saat hujan turun di sabtu sore hanya membuat saya hidup dalam lamunan yang konyol. Maka dari itu saya selalu resah kalau hujan ada di sabtu sore yang hanya akan membuat kenangan indah itu menyergap saya dalam suatu ingatan.

 

Lalu akhirnya saya menguatkan diri. menguatkan diri untuk tahan sama hujan yang sering muncul di sabtu sore. Lama memang, tapi akhirnya saya berhasil *sibak rambut*. Ya saya berhasil untuk gak terjebak sendu kala hujan hadir di Sabtu sore🙂

 

Sekarang terserah hujan mau datang kapan. Saya selalu siap. Saya selalu senang karena saya menikmatinya.

 

Ps: Boleh hujan asal jangan banjir😀

Pss: Semoga hari ini turun hujan🙂

 

 

One thought on “Celoteh Tentang Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s