Ada Hujan

Tadi kotaku diguyur hujan. Aku suka. Deras. Semakin suka.

 

Aku di kantor. Tak ada kerjaan selain mendownload film-film maka aku naik ke lantai 3 kantorku. Hanya ada aku. Melihat kotaku diguyur hujan.

 

Deras. Sangat deras. Aku suka. Menikmati suaranya yang ribut menggemuruh. Aku suka.

 

Secangkir teh hangat dengan gula yang hanya satu sendok tergenggam di tangan kananku. Tangan kiriku memegang ponsel.

 

Aku sedang melihat hujan. Mendengar orchestra gemuruhnya. Ini moment terbaik saat di kantor tak ada yang berarti untuk kuperbuat. Dan membiarkan aku sendiri untuk berpikir. Mengingat aksara-aksara yang terangkai dan menebak alurnya. Dan aku tersenyum. Ada hujan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s