Tak Kumengerti

Untuk setiap untaian kata yang kau rajut kau biarkan aku mereka-reka tak tentu arah. Membiarkan aku terlihat konyol dalam rangkaian khayalan yang aku ciptakan tanpa bisa kutahan. Semuanya disebabkan aku tak mengerti.

 

Sampai kapan aku melihat sesuatu yang berada dalam zona abu-abu? Kalau memang hitam biarkan menjadi hitam, bila putih jangan coba diberi noda. Maka jelaskanlah tanpa perlu berdiri di bawah zona abu-abu.

 

Pada siapa aku bisa bertanya tentang makna yang tengah bersembunyi?

Langit? Yang benar saja. aku bukan penyair pemuja langit. Rembulan? Aku bukan penunggu malam. Bintang? Tak pernah kuhiraukan langit itu berbintang atau tidak. Lantas pada siapa? Ah.. ya. Hujan. Aku pecinta hujan. Lalu haruskan aku bertanya pada rintiknya? Bukankah itu konyol. Bukankah hanya makin memperlihatkan betapa menyedihkannya diriku? Mungkin pada akhirnya aku hanya bersembunyi dalam rintik hujan. Menutupi kalau air mata itu terjatuh.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s