Pikiran Tentang Punya Anak

Beberapa jam yang lalu saya tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota Banda Aceh ini bersama ketiga sahabat saya. Di sela kesibukan saya perang urat saraf nawar harga sebuah pashmina saya ditegur oleh seorang pria yang sedang menggendong balita.

“Tan”
Saya noleh dan saya menemukan sesosok teman SD yang baru minggu lalu ketemu dalam sebuah acara buka puasa bersama, dan saya langsung komentar, “eh.. udah punya anak? Kayaknya baru kemarin aja kita ketemu dan sekarang udah punya anak?”

 

“Anak kakak aku” jawabnya sambil nyengir liat reaksi saya yang heboh banget ditegur olehnya.

 

Okeh. Saya tau sebenarnya itu bukan anaknya. Tapi lantas saya tetap merasa takjub dan mata saya gak lepas dari pemandangan melihat seorang pria muda menggendong balita yang tengah tertidur pulas. Menggendong anak kakaknya. Menemani kakaknya berbelanja.

 

Sejam kemudian, sampailah saya di rumah dan saya menceritakan kejadian itu pada Ibu saya. Saya bilang, “Mi, takjublah adek liat dia. Mau nemenin kakaknya belanja dan gendongin anak kakaknya pulak. Belanja loh, Mi. Anak laki loh. Suka liatny”

Ibu saya balas, “Baguslah dia. Anak baik”

“Adek ntar gitu juga lah, Mi. Kalo punya anak entar, pas mau lebaran gini ngajakin Pija (adik cowok bungsu), terus entar dia gendongin anak adek, adek sendiri sibuk milih-milih baju” khayal saya liar.

 

Ibu saya tiba-tiba berbinar dan berujar, “Alhamdulillah udah ada pikiran punya anak. Jadi kapan ada rencana nikah?”

Bah. Itu ternyata.

 

Hemmm… “mungkin kira-kira 5 tahun lagi, lah” Jawab saya kalem.

“Mami gak sanggup tunggu lama gitu” Balasnya.

“Okelah, 4,5 tahun deh. Udah harga mati tuh. gak bisa ditawar lagi.” Jawab saya masih ketularan jawaban kakak penjual pashmina tadi.

Dan.. tumben ibu saya kalem. Beiau gak ngajak saya berdebat kali ini.

 

Lalu ingatan saya menjelajah waktu hingga ke dua tahun silam. Ke masa dimana saya dan sahabat saya pernah berencana gila tentang bagaimana cara mempunyai anak tanpa perlu menikah. Okeh.  Ini hanya untuk gila-gilaan. Tapi saya jadi menerka-nerka gimana ya reaksi Ibu saya kalau saya kacak beliau dengan mengutarakan solusi saya mempunyai anak tanpa perlu menikah?

 

Hemm.. semoga parang gak nancap di leher saya.

 

 

One thought on “Pikiran Tentang Punya Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s