Rinduku Sia-Sia

Saya akui saya rindu. Mutlak. Kemarin.

Hari ini?

Katakanlah saya plin-plan ketika saya  mengatakan tidak lagi.

 

Ya enggak lagi saat saya mendapati ponsel saya berkerja keras untuk menampilkan pesan-pesan darimu. Bertubu-tubi. Bah!

Kalau lagi begini saya benci sama provider mana pun yang ngasih tarif juga beragam paket murah untuk sms ataupun telepon. Hedeuh….

Ya.. kamu sih enak, mungkin kamu pasang paket apa gitu yang ngasih gratis sms ampe 1000 dan merasa kasihan karena baru kepake 73-nya saja. Tapi saya? Saya gak pernah mendaftar paket apapun untuk provider selular saya dengan alasan saya gak mau ribet yang diartikan oleh sahabat saya sebagai, aksi sok kaya perempuan kere. Ya. Saya gak masang paket apapun jadi setiap sms yang saya balas akan memakan pulsa saya. Semakin banyak sms-sms yang mengharuskan saya membalas semakin banyak pula saya menghabiskan pulsa saya.

 

Baiklah. Saya akui. Ini bukan hanya perkara pulsa semata. Karena bila memang iya itu yang saya risaukan saya tinggal membeli paket sms atau telepon gratis dan menyuruh adik saya mengaktifkannya untuk saya. Masalahnya saya bosan bila kamu datang bertubi-tubi seperti ini. Baru sehari dan tadaaaaaaaaaaa… kamu membuat rindu saya kehilangan esensinya. Lenyap. Terbawa angin kering kota Banda Aceh.

 

Voilaaaaaaaa..

Kau membuat rinduku menjadi tiada arti kala kehadiranmu membabi buta.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s