Tetaplah di Sampingku. Pintaku.

Jangan pergi dariku, ucapku di suatu senja. Kau tersenyum. Sungguh aku harus mempertaruhkan segala nyaliku untuk memintamu tetap disampingku. Lega menjalari tubuhku ketika kau anggukan kepalamu memandang lurus mataku.

 

Jangan pergi dariku, ucapmu suatu malam. Kau memohon. Sungguh nyeri hatiku melihat kau mempertaruhkan segala harga dirimu memintaku tetap disampingmu. Gemetar tubuhku tak kuasa untuk menolak.

 

Bukan cinta yang menyatukan aku mendekat padamu. Kau bilang itu cinta yang kau tumbuhkan untukku. Tak apa, aku tak peduli ini cinta atau bukan yang jelas kau ada dihariku. Tak mengapa untukmu aku tak mencintaimu yang jelas aku hadir mengisi harimu.

 

Setiap hariku ada kau yang menyapa di pagi hari. Setiap malammu, ada aku yang mengantar lelapmu.

 

Suatu kenangan di 3 tahun silam. Saat dua insan tak harus disatukan dalam bentuk cinta. Namun tetap cinta yang merongrong minta diperjuangkan agar hadir dalam suatu kebersamaan. Ya.. aku mengaku kalah  pada cinta. Aku tak bisa bersama untuk cinta.

 

2 thoughts on “Tetaplah di Sampingku. Pintaku.

  1. em….. bener mbak, cinta dateng karna kebersamaan, lama-lama akan tumbuh juga kok, tinggal bagaimana kita memupuk dan menyiramnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s