Kau, Seratus Ribu Rupiah

Pernahkah kau begitu menginginkan uang seratus ribu dengan sangat terlalu?

Begitu ingin. Begitu butuh.

Bukan untuk difoya-foyakan.

Bukan untuk memuaskan nafsu makan.

Bukan untuk membeli sebuah baju.

Ataupun membeli buku.

 

Begitu ingin uang berwarna merah itu selembar saja ada di dompet.

Saat ini.

Begitu ingin.

Hanya untuk meredamkan semua kicauannya.

Yang sok benar.

Melempar kasar uang itu ke tepat mukannya agar tau uang itu begitu hina.

Bukan suatu harta begitu agung.

 

Andai ada.

Bila keajaiban ada.

Mungkin akhirnya di dompet muncul berlembar-lembar ratusan ribu rupiah.

Maka seluruhnya akan kucampakkan tepat ke hidungnya.

Agar bisa ia cium seluruhnya aroma uang yang sangat diagungkannya.

 

Hina.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s