Tips PDKT Tahun 2011

Perempuan 1: SMS-SMS biasalah.. tanyain kita lagi apa? udah makan? Nyapa basa-basi.

Perempuan 2: Biasa kali.

Perempuan 1: Cara aman yang amat sangat biasa sekali.

Perempuan 2: SMS-SMS pertanyaan basi gitu, terus belagak pinjem buku-lah, aah… cara yang biasa kali.

Perempuan 1: Jadi, menurut kamu yang gak biasa yang gimana?

Perempuan 2: *menggeleng*

Mereka lalu melanjutkan obrolan sambil menikmati Chicken Steak pesanan mereka.

Saya kemudian memikirkan sesuatu. Bukan sesuatu yang penting juga sih. Bukan pula sesuatu seperti CARA CEPAT MENGUASAI DUNIA. Bukan. Tapi saya memikirkan tentang proses PDKT antara lelaki dan perempuan.

Selama hidup 22 tahun yang bentar lagi angka di belakangnya itu akan berubah menjadi angka 3. Dimana masa 22 tahun itu ada masa selama 11 tahun lamanya saya pernah merasakan bagaimana rasanya di dekati sama lawan jenis.

Saya bilang 11 tahun ya. Itu berarti saya udah tau yang gini-ginian sejak umur 11 tahun. Atau dengan kata lain saat MASIH SD. Oemji. Ini namanya Cinta Cucu Monyet.

Selama jangka waktu 11 tahun itu, yang namanya sebagai perempuan saya pernah didekati oleh lawan jenis. Tujuan cuman satu, ngajak pacaran. selama itu pula proses pendekatannya gak jauh beda antara orang yang satu dengan orang yang lain.

Familiar dengan pendekatan seperti ini:
1. Jaman bahuela sekali ==> Minjem buku. Minjem PR. Kirim salam. Balenin permen. Beliin Chiki.

2. Jaman saya SMP ==> Pindah tempat duduk ke sebelah kita. Ngajak belajar bareng. Pulang sekolah jalan bareng ke tempat nunggu labi-labi.

3. Jaman saya SMA==>Nah.. dijaman ini saya gak hidup. Jadi saya gak bisa bilang apa-apa tentang pedekate saat SMA>

4. Pas saat kuliah ==> yah.. hari kita penuh dengan sms-sms pertanyaan basi dari dia. Bangun tidur karena sms-nya, tidur setelah baca sms-nya.

Selama ini, saya selalu mengalami trik pedekate dengan cara-cara aman dan biasa seperti itu. sehingga akhirnya saya gak pernah menyukai proses PDKT. Malah saya selalu skip adegan itu dalam hidup saya sesingkat dan secepat yang saya mampu. Atau bila tidak, saya biarkan tanpa gubris.

Alangkah baiknya, bila si pencari cinta melakukan sebuah revolusi. Mengubah trik-trik PDKT. Semisal:

  1. Jangan cuman kirim sms-sms berisi pertanyaan: Apa kabar? Udah makan? Udah salat? Akan tetapi coba deh, kirim uang (kalau kamu kaya) atau kirim cek (kalau kamu kaya juga)
  2. Okelah, kamu gak kaya jadi kamu tetep kirim sms. Tapi coba deh dimodifikasi pertanyaannya dengan: Udah sikat gigi? Udah ngupil? (Kalau kamu ikutin kamu bener-bener gak kreatif)
  3. Kamu suka mengirim puisi. Coba ungkapkan hal ini.

Aku mencintai dengan sungguh

Dengan terlalu yang begitu banyak

Aku mencintaimu dan ingin memilikimu

Memiliki perlahan-lahan tapi pasti

 

Izinkan aku mencintaimu

Izinkan aku memilikimu

Sedikit-sedikit namun nyata

Besoknya, setelah kirim puisi ginian, kamu langsung realisasikan keinganan kamu yang ingin memilikinya sedikit demi sedikit. Yakni dengan: hari pertama kamu ambil jari kelingking kanannya, hari kedua kamu ambil hidungnya, hari ketiga kamu ambil gigi depannya. Dan ya, kamu psikopat kelas kakap.

4.  Gak jaman lagi minjem buku. Coba kamu minjem panci emaknya. Sekali-kali beda boleh donk.

5. Jangan nelpon gebetan kamu tiap malam. Itu akan mmebuat gebetan bosen. Coba kamu datang ke rumahnya dan bersihkan halaman rumahnya tiap pagi. Ini baru PDKT yang mutakhir.

6. Antar jemput? Bah. Kamu mau jadi sopir? Jangan sekali-kali menawarkan antar jemput. Coba hal yang baru, misalnya: antar jemput tantenya gebetan kamu. Mudah-mudahan si tante naksir kamu. 😀

Nah. Sampe disini dulu ya saya mikir gak jelas gini. Mata saya udah gak sanggup lagi melototin monitor.

Akhir kata saya cuman mau kasih nasihat: PDKT-lah dengan cara yang mutakhir!

A Little Conversation:

Intan Pro Pria: Bah! Perempuan ini banyak kali tingkah. Banyak kali mau. Udah mending yang repot tu laki. Perempuan kan tinggal nunggu aja. Gak ada resikonya. Ini udah cuman nunggu masih aja banyak mau. Mesti ginilah. Gak mau gitulah.

Intan Pro Perempuan: Bah! Kami kan bosen kalau harus hadapin hal yang sama. lagian kreatif dikit kan gak dosa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s