Definisi Teman yang Baik

Saya sedang asyik main Jojo Fashion Show 2 ketika tiba-tiba Finance Manager (FM) saya nanya gini,

“Tan, menurut kamu, teman yang baik itu yang seperti apa?”

Nah loh? Dia mau membahas soal ginian, soal hmmm… yang gak banget di obrolin saat saya tengah bercengkerama dengan mouse sambil mata tiada henti memandang monitor.

Saya belum menjawab *males soalnya*. Beliau nyambung lagi.

“Menurut Intan, temen yang baik itu yang selalu muji atau temen yang selalu ngasih kritikan?”

Thank God. She gave me option.

Masih berkonsentrasi dalam milih baju-baju di game yang saya mainkan, saya menjawab:

“Keduanya. Yang muji saat saya benar. Yang ngritik saat saya salah.”

Lantas dia menjawab, “teman yang baik adalah yang membuat kita melakukan hal-hal baik sehingga kita menjadi baik”

 

Syiaoqmeeeeeeeeeee…

Mantap bener dia. Bisa bener juga dia #dilempar tinta

Okeh. FM saya bener. Maka saya kembali mengingat-ngingat temen-temen saya.

Hmm…

Ya. Temen-temen saya orang-orang yang baik. Orang-orang yang mengajak saya ke dalam kebaikan. Mereka yang membuat saya menjadi baik. Itu artinya, teman saya adalah teman yang baik.

 

Mari tepuk tangan untuk diri kalian sendiri yang merasa menjadi teman saya.

 

 

Okeh. Stop. Gak usah kelamaan. Karena saya nulis bukan hanya sekedar untuk mendengar tepukan tangan kalian.

 

Saat semester 5 kuliah saya, seorang dosen mata kuliah Advance pernah memberi nasihat untuk mahasiswa-mahasiswinya seperti ini:

“Bertemanlah dengan orang-orang yang pintar agar kalian pintar”

Kira-kira gitu deh isi nasihatnya. Yaah.. itu kan terjadi tahun 2008-2009 silam. Udah lupa juga saya. Eh… bener kan, advance itu semester 5? #nanya sama anak akuntansi

Saya setuju sama pendapat Dosen saya itu. Tapi entah kenapa kurang mengena…

Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di benak saya. Saya susah tidur (karena gak pake guling), susah makan (gak ada lauk), sampe-sampe bulan enggan menyapa.

Sampai suatu ketika, di mata kuliah Pak Aliamin-yang saya lupa mata kuliah apa jadi mari kita anggap aja Etika Bisnis-, beliau berujar begini:

“Bertemanlah dengan siapa saja, karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang pinter computer, kita temenan sama dia. Ada yang gak bisa apapun kecuali banyak omong, kita temenan juga sama dia, mana tau ntar kita bisa nyuruh dia nego sama orang.”

Nah. Itu. Itu dia yang lebih bener. Kata-kata Pak Aliamin itu yang lebih ngena di sanubari saya. Sampai waktu telah berselang 3 tahun-pun saya masih inget kata-kata beliau. Pun kutipan yang saya tulis di atas tersebut redaksinya hanya sesuai ingatan saya saja. heheheh… nyang penting kan intinya ya?

Mendapatkan teman yang baik merupakan hal yang menguntungkan buat kita. Akan tetapi sebagai manusia kita harus memberikan sesuatu juga ke orang lain. sesuatu yang karena kita mereka menjadi lebih baik.

Teman yang baik adalah teman yang membuat kita menjadi orang yang baik. Akan tetapi hidup kita akan menjadi lebih baik bila kita mampu membuat orang menjadi baik karena kita.

Saya? Aah.. saya masih dipengaruhi kebaikan oleh orang lain. Belum mempengaruhi.

Big hug for you all my friends ^^

One thought on “Definisi Teman yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s