No More Duren

Tadi ketika saya balik ke kantor saya naik labi-labi (angkot versi Aceh). Di dalam labi-labi itu ada beberapa buah durian milik seorang ibu yang saya tak tahu siapa namanya, maka janganlah kalian tanya golongan darahnya apa.

 

Melihat dan mencium aroma duren (bahasa keren durian) saya jadi inget percakapan singkat saya sama Ibu saya beberapa hari lalu.

 

Saya: Mi, kayaknya di rumah ni udah lama kali gak ada kecium bau duren.

Mami: karena kita gak beli.

Saya: Nah itu, kenapa gak beli, Mi?

Mami: Mami ama Papi sekarang udah gak bisa makan duren lagi. Kolesterol.

Saya: Tapi kan anak-anak Mami masih bisa makan duren. Belilah, Mi.. (memelas)

Mami: Iya. Tapi Mami ama Papi udah gak bisa makan duren lagi.

Saya: Kami kan bisa.

Mami: Mami ama Papi yang gak bisa

Saya: (makan obat nyamuk)

One thought on “No More Duren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s