Dari Semangkok Bakso

Suatu ketika sepulang kantor saya dan ketiga teman saya pergi makan bakso ke tempat yang belum pernah kami datangi sebelumnya tapi udah dengan maruknya kami rencanakan jauh-jauh hari. Saya katakan maruk karena kami udah ngiler aja begitu ngedengar nama bakso-nya dikumandangkan orang-orang atau iklan.

Bakso Gr*n*t namanya. Wuih…dari namanya kami udah pikir kayaknya ini bakso bakal seru pedesnya. Bakalan gila pedasnya. Cocoklah untuk kami pecinta makanan pedas, apalagi saya yang tingkatan pedesnya level dewa.

Terka-menerka dari nama baksonya, kami menyangka kami bakalan mendapati cabe gila-gilaan di setiap bola baksonya. Tapi siapa sangka kami bisa keliru dan tertipu mentah-mentah oleh nama hanya karena kami salah persepsi. Bakso Gr*n*t itu ternyata gak sedahsyat namanya. Bahkan mereka memakai nama gr*n*t bukan untuk mencitrakan bakso itu luar biasa pedes akan tetapi arti gr*n*t tersebut malahan hanya berupa potongan daging-daging kayak di sop. Kecewa anak muda. Nyesel setengah capek. Rugi keluarin uang untuk semangkuk bakso yang harganya lebih mahal daripada bakso umumnya tapi rasanya bener-bener jauh dibawah standar.

Ya kami menyesal. Pertama kalinya kami kesana dan kami kecewa. Lantas gak bakal ada kedua kalinya kami kesana.

Mencoba. Ya. Sebelum mencoba dan merasakan sendiri rasa penasaran selalu ada sampai-sampai susah tidur. Sebelum mencoba hasrat begitu menggebu ingin merasa. Untuk pertama kalinya.

Setelah mencoba baru kita tau ternyata itu gak seenak yang kita pikirkan. Lalu menyesal. Ada artikah menyesal itu? Seharusnya gak. Kesalahan membuat kita belajar. Karena membuat kesalahan kita tau mana yang benar mana yang salah. Atau dalam kasus bakso ini, kita tau ternyata rasa bakso itu gak enak.

Saya jarang banget mau mencoba sesuatu yang baru. Alasannya simple, saya takut kecewa dan merepet tiada henti seperti ketika saya pertama kali mencoba bakso tersebut. Tapi apabila akhirnya saya mencoba dan ternyata saya dapati diri saya kecewa, saya gak akan pernah mau mencoba untuk kedua kalinya pada hal yang sama dengan alasan apapun.

Serba salah. Kalau kita gak coba kita gak pernah tau gimana rasa bakso itu sampai akhir hayat lalu mati penasaran dan jadilah Hantu Gentayangan Ngidam Bakso. Kalau kita rasa dan mendapati kecewa kita akan gondok. Serba salah.

Akan tetapi cobalah merubah pola pikir dan lihat dari sudut pandang lain. Mencoba. Gak ada yang salah dari kata mencoba. Dengan mencoba kita akan tau apa yang selama ini hasrat kita inginkan. Mencoba itu berarti bertaruh. Bisa jadi kita kecewa bisa jadi kita bahagia.

Lalu hanya sesimpel makan bakso. Gak enak ya gak usah datang lagi. Kalo enak bolehlah dipromosikan ke orangtua, abang, adik, paman, sepupu, tante, ponakan, nenek, tetangga, ipar, neneknya tetangga, atau bahkan pamannya bos kamu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s