Weekend di Saturnus

Weekend kali ini saya gak main sama temen-temen saya kayak biasanya. Saya luangkan waktu saya untuk mengunjungi Saturnus kali ini. Ya Saturnus, tempat yang udah saya sewa untuk jangka waktu yang panjang sebagai tempat untuk saya melarikan diri dari penatnya Bumi.

Di waktu lalu, saya kerap mengunjungi Saturnus dengan emosi yang kian macam. Setiap kali saya melarikan diri dari Bumi ke Saturnus setiap kali pula saya menghadapi penatnya Bumi. Waktu itu tak terhitung sudah berapa kali saya menghabiskan waktu di Saturnus.

Waktu sekarang, saya jarang mengunjungi Saturnus dengan oleh-oleh segala masalah saya di Bumi. Bukan ingin menjadi kacang lupa kulitnya, hanya saja saya merasa tak perlu ke Saturnus akhir-akhir ini. Akhir-akhir ini itu sudah berjalan berbulan-bulan.

Penatnya Bumi tak membuat saya ke Saturnus. Entah mengapa. Entah karena emosi saya tak meledak-ledak seperti dulu lagi, entah pula karena beberapa bulan belakangan ini masalah saya belum cukup suram seperti waktu lalu. Hingga Saturnus tak saya perlukan dengan terlalu.

Pada kunjungan kali ini saya mendapati Saturnus saya telah semakin kotor saja. Terakhir kali saya kesana saya memang hanya beres-beres saja dan membersihkan sarang laba-laba yang menghiasi langit-langitnya. Kali ini saya lebih kaget, bukan hanya laba-laba saja yang membuat rumahnya di Saturnus saya melainkan kucing seperti sedang membangun kerajaan disana.

Okeh, begini ceritanya, terakhir kali saya kesana ada seekor kucing dirumah saya yang nyelinap ke ransel saya. Mungkin dia sakit hati sama Ibu saya makanya berniat minggat dari rumah dan nebeng sama saya yang kebetulan mau berkunjung ke Saturnus. Begitu saya tiba di Saturnus saya kaget ada kucing dalam ransel saya tapi akhirnya tak menjadi soal. Kucing itu saya rasa lebih baik menghuni Saturnus saya ketimbang jadi sasaran amuk Ibu saya kalau dia mencuri ikan belanjaan Ibu saya.

Herannya saya membawa satu kucing tapi akhirnya malah jadi belasan kucing disini. Hmm.. saya curiga, ini kucing pas minggat kayaknya lagi hamil deh. Terus dia melahirkan di Saturnus. Saya curiga juga, mungkin dia melarikan diri bukan karena ngambek sama Ibu saya melainkan karena dia udah hamil diluar nikah. Ya. Pasti begitu. Ia pasti memilih kabur ke Saturnus karena gak mau menanggung aib di Bumi. Hedeuh..dasar kucing jaman sekarang. pergaulannya gak bener. *geleng-geleng kepala

Setelah beberes dan sedikit bernostalgia di Saturnus saya kembali ke Bumi dengan penerbangan terakhir pada hari itu. Ya..saya akn kembali ke sini lagi. Ke Saturnus saya. Itu yang saya ucapkan dalam hati ketika saya akan pergi kembali ke Bumi. Tapi semoga syaa kesana hanya untuk jalan-jalan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s