Cinta Sejati yang Sebenarnya

Don’t say you love me
I don’t believe it
Don’t say the word
If u don’t mean it

Saya memulai tulisan ini dengan menyanyikan sebuah lagu favorit saya dari abang Dean Geyer, judul lagunya If You Don’t Mean It. Gimana suara saya? Udah ok, kan? Sayang IMB gak ada lagi. Padahal saya mau daftar. Mana tau cocok jadi tukang beresin kabel.

Kamu.. ya kamu yang lagi duduk, berdiri, mandi, makan, berjemur, nyangkul atau apapun yang tengah kamu lakukan sembari membaca tulisan saya yang mengaku punya cinta dan pernah mencinta maka saya tantang kamu untuk membuktikan cinta kamu.

*bentar yak, saya nyari kacamata reben dulu, soalnya kalo nulis tulisan maha keren saya harus tampil keren. Kenapa saya bilang keren? Ngomongin cintah gituh loh.

Nah.. pertanyaan saya. Seberapa besar cinta kamu kepada orang yang kamu cintai? Atau seberapa besar kamu pernah mendapatkan cinta? Atau benarkah yang kamu rasakan itu adalah cinta? Atau apakah Cinta Laura akhirnya mengikuti jejak Melinda Dee untuk menyaingi JUPE dalam membesarkan apa yang seharusnya dia besarkan?

Renungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam-dalam. Jauh lebih dalam.

Gimana? Udah temukan jawabannya?

Apa jawabanmu? Kamu adalah seseorang pecinta sejatikah?

Hohohoho… berhenti berpikir demikian kalau kamu belum pernah mengalami hal ini.

Pernahkah kamu melihat hantu? Hantu apa aja? Gimana aja modelnya. Mau lagi keramas kek, mau lagi ngesot kek, apa aja pokoknya hantu. Pernah? Kalau belum pernah silahkan keluar dari arena ini karena anda belum beruntung untuk menemukan cinta yang sejati.

Bila pernah, lanjutkan baca tulisan maha keren ini. Kenapa saya bilang keren? Karena saya lagi ngerasa keren malam ini.

Saat melihat hantu, apakah yang terpikirkan olehmu? Baca ayat kursi? Nyebut nama Tuhan? Berusaha mengingat-ngigat ayat apa aja dalam Quran yang paling mudah? Atau pipis di celana?

Atau saat melihat hantu adakah kamu lari terbirit-birit? pingsan? Atau malah ngambil HP dan langsung update status, “Gilak, aku baru ngeliat hantu. Gak pake kepala” lalu alih-alih kamu berusaha ngingat ayat kursi kamu malah sibuk nunggu komentar dari teman-teman FB kamu.

Hayoo jawab gimana reaksi kamu. Saya (syukurnya) belum pernah melihat hantu secara langsung makanya saya gak tau reaksi apa yang harus saya lakukan. Tapi ada seseorang yang bercerita reaksinya saat dia melihat hantu. Dia diam. Bingung. Dan tak bisa mengeluarkan seayat-pun dari Al-quran. Tapi inilah yang disebut cinta. Inilah sesungguhnya cinta sejati itu. dan kamu yang mengaku memiliki cinta pasang mata baik-baik pada tulisan ini.

Baru dikatakan itu benar-benar cinta sejati kalau kamu berdiri kaku melihat hantu tepat di depan mukamu lalu yang terbayang olehmu adalah seseorang. Seseorang yang special bagi kamu. Ya. Saat hantu di depan matamu yang kamu ingat tak lain dan tak bukan adalah sosok orang yang special ini. Inilah yang dinamakan cinta. Karena disaat-saat mengerikan binti horror alih-alih berusaha melantunkan ayat suci dalam hati kamu malah teringat seseorang. (kalau saya nulis gini ambigu ya, kesannya 1. Tuh muka hantu mirip muka pacarnya 2. Pacarnya udah mati)

Saya di posisi itu, teman. Bukan. Bukan sebagai hantunya bukan pula sebagai sosok yang melihat hantu. Tapi saya di posisi orang yang diingat saat seseorang tengah melihat hantu. Bayangkan, betapa luar biasanya cintanya. Saat dia tengah berhadapan sama hantu, satu-satunya orang yang dia ingat adalah saya. Luar biasa sekali bukan? Ini cinta, ini gila. Kalah cinta Fitri terhadap Farel. Kalah cinta Romeo kepada Juliet. Kalah cinta Raul Lemos kepada Krisdayanti. Pokoknya kalah semuanya. bahkan suster ngesot-pun bakal ngiri liat cinta ginian.

Maka, kamu siapapun itu yang pernah mengumandangkan cinta kepada saya baca lagi lirik lagu Abang Dean Geyer di awal mula tulisan ini. Karena kamu gak pernah memikirkan saya ketika kamu melihat hantu. Maka itu, cinta kamu bukanlah cinta yang sejati. Jadi pergilah jauh dariku, bawa cintamu pergi sebelum saya sakit hati, tetapi kembalilah saat kamu sudah melihat hantu. Hanya untuk bercerita pada saya, siapakah yang kamu ingat. Karena bila kamu katakan yang kamu ingat adalah saya, maka sah saya ini mirip hantu. Maka itu akhirnya seseorang sempat berujar “cinta itu menyeramkan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s