Jangan Usil Dengan Rejeki Orang Lain

Bukan berarti hidup saya terlalu lurus dan gak pernah berbuat curang. Tapi memang, saya menjalani hidup dengan masih bersikap naïf. Ini bukan mau saya, hanya saja lingkungan saya membuat saya berpikir hidup ini hanya antara hitam dan putih. Orang-orang jahat atau orang-orang baik.

Saya baru saja wisuda bulan Februari di tahun ini. Sebulan setelah wisuda saya langsung mendapatkam pekerjaan sebagai Finance Assistant. Alhamdulillah. Ini pengalaman baru bagi saya. Bekerja dan melakukan perintah dari para atasan adalah hal yang baru ini saya lakukan. Kan biasanya saya cuman belajar dan berusaha dapat nilai bagus.

Setelah hampir dua bulan bekerja saya mengetahui sesuatu yang mungkin memang kerap terjadi di sebuah perusahaan, yakni persaingan. Kalau hanya sekedar bersaing dan mencari muka sih itu wajar. Semua orang berhak melakukannya asal melakukannya secara sportif. Namun, yang terjadi di perusahaan tempat saya bekerja adalah persaingan yang gak sportif dimana seseorang mencari muka lalu membuang muka orang lain. Maksudnya adalah, memfitnah orang lain. Ini dia yang saya gak suka.

Menurut saya, kita boleh mengangkat diri dan prestasi kita setinggi mungkin tapi jangan pula kita menjatuhkan orang lain demi agar kita terlihat tinggi.

Pernah nonton Film 3 idiots donk. Tau kan, siswa yang mendapatkan julukan SILENCER. Yang pintar itu, yang bersaing sama Rancho dan sukses hanya menempati juara 2. Karena masih kalah sama kejeniusannya Rancho. Nah, ada adegan dimana dia memberikan majalah-majalah porno kepada siswa lain disaat malam ujian. Maksudnya adalah, agar orang lain tak belajar. Menurut dia, hanya ada dua cara agar menjadi juara. 1. Tingkatkan nilaimu. 2 Turunkan nilai orang. Cara kedua curang, kan?

Inilah yang tengah terjadi di perusahaan tempat saya bekerja. Seseorang menjatuhkan orang lain. Memfitnah. Mencurangi. Agar apa? Agar dia terlihat bagus dimata atasan. Saya tak suka hal semacam ini pun sebenarnya memang bukan saya yang difitnah. Hanya saja, saya tak suka melihat fitnah berseliweran di telinga saya. Kasihan orang lain, walaupun yang difitnah sangat berbesar hati.

Padahal disini semuanya sama-sama sedang mencari rejeki. Dalam mencari rejeki setidaknya janganlah menghambat rejeki orang lain. Karena hidup ini gak hanya mengejar karir dan materi semata.

Inilah yang saya maksud diawal tulisan saya perihal orang jahat dan orang baik. Saya selalu berpikir orang hanya akan baik atau jahat. Padahal orang bisa berada diantaranya. Samar-samar. Terlihat baik tapi berbuat curang di belakang. Terlihat jahat tapi suka memberi ketimbang menerima.

Ya, saya mendapat pelajaran lagi.

Semua yang kita lakukan. Lakukanlah dengan nurani kita.

Ps: Bukan mau ceramah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s