Saya Maafkan Diri Saya

Saya memang menyesal. Dengan rasa teramat sangat. Saya merasa bersalah hingga hari saya kian salah. Waktu berlalu. Belum terlalu jauh beranjak. Herannya perasaan saya sudah berubah.

Saya menyesal. Saya pernah menyesal. Kini saya akui, saya sudah memaafkan diri saya yang pernah berbuat salah. Bahkan kamu belum memaafkan saya.

Kali ini, kembali saya minta maaf. Meminta maaf karena saya memaafkan diri saya terlalu mudah.

Saya memang heran. Heran dengan pertimbangan otak yang terlalu cepat. Dan paling utama, saya selalu bertanya-tanya. Hati saya. Eksiskah dia menjadi bagian diri saya?

Saya heran hati saya bekerja seperti ini. Menyakiti, merasa bersalah, lalu memaafkan diri sendiri. Saya merasa hati saya tak boleh merusak jiwa saya. Hati saya gak boleh menguasai logika saya. Hati saya harus tunduk pada aturan yang saya buat. Akhirnya, saya terlalu sering memaafkan diri saya agar hari-hari saya berjalan mulus.

Maka, maafkanlah saya yang terlalu mudah memaafkan diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s