Sekali Saja. Di Lampu Merah

Sedikitnya 5 kali dalam sehari kita terjebak di lampu merah. Sebanyak-banyaknya tergantung seberapa banyak kamu pergi.

Dalam kemungkinan 5 kali itu saja aku selalu berharap. Dalam kemungkinan 5 kali saja minimal kita terjebak di lampu merah yang sama. Tanpa sengaja aku melihatmu. Tanpa sengaja kamu melihatku. Lalu sesungging senyum terbentuk di bibir kita berdua sebagai isyarat kita saling mengenal. Ah.. bukan. Kita pernah kenal. Dan senyum itu membuktikan kamu masih mengenaliku dan begitu juga aku.

Di lampu merah di kota kita. Setiap kali aku berhenti disana aku selalu ingin melihatmu. Di moment 90 detik lamanya kita berhenti di lampu merah. Minimal 5 kali sehari. Selalu ada harap agar alam mempertemukan kita.

Telah lama sekali. Lama sekali aku tak melihatmu. Bukan untuk apa. Hanya ingin tau keadaanmu. Tak usah kita bercakap. Cukup kau sunggingkan saja senyummu agar ku tahu maafmu telah kau berikan untukku.

Minimal 5 kali sehari. Maksimal 90 detik setiap kalinya. Semoga aku bisa ketemu kamu sekali saja.

One thought on “Sekali Saja. Di Lampu Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s