Sistem Kerja Jodoh Untuk Saya

Karena mungkin saya terlalu percaya dengan kalimat “kalau jodoh gak akan kemana”.

Itulah sebabnya saya masih anteng-anteng aja sampai sekarang hidup single tanpa beban dan gak makan kacang panjang.

Pikiran saya simple. Saya sekarang tengah menyiapkan diri saya sebaik mungkin untuk pantas menjadi seseorang. Hmmm.. pantas menjadi pendamping seseorang. Membuat seseorang itu bangga terhadap saya. Jadinya, saya hanya focus untuk menempa diri saya tanpa berusaha menimbang-nimbang seseorang agar kelak bisa menjadi pendamping saya.

Kalimat sakti “kalau jodoh gak akan kemana” membuat saya merasa gak perlu repot-repot menghadapi hidup dengan sub judul JODOH/PERNIKAHAN. Saya pikir, mungkin, nanti ketika saya tengah jajan bakso goreng tiba-tiba tanpa hujan dan badai sosok kurus tinggi putih gak merokok dan pintar bahasa inggris yang selama ini tinggal di Subulussalam juga beli bakso goreng lalu ngajak saya kenalan. Eh.. setelah kenalan dan bertukar nomor henpon saya tau ternyata dia tinggal di Banda Aceh. Untungnya dia bukan maho jadinya dia naksir saya, saya suka dia. Maka ujung-ujungnya kami nikah. Yaa… saya berharap system kerja jodoh begitu untuk saya. Untuk saya ketika saya berumur 25 nanti. Ya saya berharap semudah itu.

GAK AKAN KEMANA. Maksudnya, mau selama ini dia tinggal di luar Aceh pun kalau emang udah jodoh ya jodoh aja. Mana tau entar kami ketemunya di Ethiopia, dia relawan sedangkan saya manusia tersesat yang dipertemukan di suatu negara miskin di dunia ini. Kami jatuh cinta karena dia pernah salah mengira perut saya yang buncit ini juga karena busung lapar.

GAK AKAN KEMANA. Maksudnya, dia bisa saja teman SMA saya, teman kuliah saya, teman les saya, senior saya kala bergabung di PMR, atau siapa saja yang pernah berteman dengan saya. Selama ini dia menjalani kehidupan dia sendiri, saya pun begitu. Dia telah pacaran berulang kali dan gagal terus, saya sibuk install hati saya dengan program yang paling baru agar dia update dan tau gimana harusnya hati bekerja. Kami sama sibuk dengan dunia sendiri sampai akhirnya, tanpa sengaja kami ketemu di photocopy, dia sedang beli map saya sedang photocopy ijazah. Kami saling menyapa dan bertanya kabar. Eh.. besoknya dia telepon saya dan ngajak ketemu. Bulan depan kami nikah. Ya… mestinya sesederhana itu saja system kerja jodoh bekerja untuk saya.
Hohohoho…. Terlalu ngayal ya…
GAK AKAN KEMANA. Maksudnya, gak usah repot-repot dengan cara khusus atau gak usah repot-repot usaha seperti yang saya lakukan tempo hari. Repot-repot makan kacang panjang selama 3 minggu dan akhirnya berat badan turun 2 kilo.

GAK AKAN KEMANA. Ya.. saya tau kalau tanpa usaha ya jodoh saya entah kemana. Hanya saja, saya terlalu percaya “kalau jodoh gak akan kemana” dengan pikiran-pikiran saya sendiri.

Aah.. lagi. Ini mungkin hanya alasan-alasan saya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s