Ditolak itu takdirnya lelaki, mamen

“Emang kurangnya aku apa?”
Haiyyyaaah… pengen saya jitak kepala manusia yang ngomong gitu. Sayangnya dia tanya gitu via chat jadinya niatan saya hanya bisa diurungkan.

Asal muasal dia akhirnya berkata seperti itu karena dia curhat soal cintanya yang ditolak seorang perempuan yang atas kehendak Tuhan (bukan kebetulan) adalah teman dekat saya sendiri. Jadi, malam itu dia ngeluh. Dia kesal. Dan mungkin merasa malu karena cintanya di tolak. Ditambah lagi perempuan yang dia jatuhi hatinya itu kini tidak merespon kontak dengan dia lagi. Sms gak dibales, telpon gak diangkat, chat diacuhkan. Hohohoho… dunia kejam, mamen….

Bukan salah teman saya yang pria ini bila dia menyukai sahabat saya. Silahkan. Itu hak dia. Tapi sahabat saya juga gak punya kewajiban untuk membalas cintanya kan.

Malam itu, awalnya saya ngasih dia semangat dan untuk jangan putus asa. Dia minta saya untuk membantunya agar memungkinkan cintanya disambut. Happpaa? Minta bantu sama saya? Nolong diri sendiri saja saya gak bisa, apalagi nolong orang lain. Saya tolak pinta dia agar saya menolongnya agar sahabat saya mau mempertimbangkan dirinya. Saya masih juga tak tega membuat dirinya semakin down. Masih saya kasih semangat. Lalu tiba-tiba… saat dia mengatakan, “emang kurangnya aku apa?” langsung pitam saya. Sok keren amat nih orang, udahlah kalo emang keren. Pitam saya, teman.

Akhirnya saya cuman kasih nasihat. “Lupain dia. Sahabat saya emang gak suka sama kamu. Balik badan dan cari orang lain”. Aaah… perkara sesimpel itu kan bila cinta ditolak?

Lelaki itu hidup dengan rasa penolakan. Dan kalau gak sanggup silahkan bermuram durja seumur hidupmu. Perempuan gak cuman satu. Ditolak oleh perempuan A kamu tinggal balik badan dan kamu akan lihat 78 perempuan lain. Berharap saja ada keajaiban, kelak suatu saat orang yang benar-benar kamu sukai balik menyukaimu. Kapan itu? Mana saya tau.. wong saya juga hidup dengan berharap pada keajaiban. Kan.. katanya kalo jodoh gak akan kemana, tapi kalau kamu gak gimana-gimana ya jodoh kamu entah kemana. Intinya apa? Hmmm.. apa ya?? Saya juga jadi bingung.

Aah… intinya. Ditolak bagi lelaki itu adalah hal biasa. Kamu harus biasakan diri kamu dengan penolakan. Lagian.. oemji…. Ada apa dengan lelaki jaman sekarang, kenapa lelaki lebih maruk pengen nikah muda ketimbang perempuan? Apa-apaan ini?

Soal kalimat, “emangnya aku kurang apa?” kalau saya mau bersikap iblis seperti biasa saya pasti bilang gini, “kurang ganteng dan terutama KURANG BERETIKA”

Maksudnya nih yeee… kamu boleh pinter. Dan memang orang mengagumi kamu dengan kepintaran kamu, saya juga. Kamu emang gak ganteng, dan sebenernya itu bukan masalah. Dan.. kamu tau masalahnya dimana? Itu ketika kamu berucap sombong, teman. Kamu pikir perempuan itu apa? Mampu dibeli dengan uang kamu? Begaya kamu mentang-mentang penghasilan kamu yang walaupun fresh graduate udah tinggi? Hooo… Masyaallah.. kamu salah orang kalau kamu mau pamer gaji kamu. Sahabat saya ini gak tergiur sama hal gituan, dan bagi perempuan cerdas semua itu gak melulu soal uang. Kamu pikir dia seperti perempuan kebanyakan yang bisa diiming-imingi dengan uang? Hallaaah…

Bukan. Saya gak bilang sahabat saya mau hidup miskin dan gak suka jadi kaya. Hanya aja cara kamu menarik simpatinya itu yang salah. Tapi bolehlah bagi pemula seperti kamu. Lain kali kalau mau usaha nyari pacar gunakan trik-trik yang modern. Belajar dulu dari teman-teman kamu. Okeh mamen??

Dan.. salam olahraga!

One thought on “Ditolak itu takdirnya lelaki, mamen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s