Saya Masih Muda

Saya sering berucap kalau saya sudah tua. Iya. Saya bahkan terlalu tua. Tapi terlalu tua untuk bertindak kekanakan. Terlalu tua untuk memulai hal-hal yang harusnya dilakukan para ABG. Aku terlalu tua.

Tapi saya masih muda. Umur saya 22 tahun. Untuk ruang lingkup dewasa saya masih amat sangat muda. Terlalu muda.

Bisakah dimengerti kalau ini bukan salah saya. Keegoisan saya ini karena masih mudannya saya saja. Saya baru mencicipi rasa dewasa, bukan seperti kalian yang katanya telah makan asam garam kehidupan. Cicipan saya ini masih sedikit-sedikit. Dan saya gak benar-benar tau yang saya rasai itu asam ataukah asin.

Bisakah menunggu. Menunggu beberapa tahun lagi. Untuk biarkan saya belajar dan mengamati apa-apa yang bisa saya lihat di hidup ini. Bisakah menunggu dan membebaskan saya dengan kemudaan saya hingga akhirnya mau tak mau saya tau, saya bakal menua. Menua dengan apa-apa yang terjadi dalam hidup saya.

Untuk sekarang. Biarkan saya dulu. Biarkan saya dengan ketidaktahuan dan ketidakingintahuan saya pada apa-apa. Hanya selagi saya masih muda. Selagi sempat. Sebab waktu berputar cepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s