Curhatan

Kalaupun nanti saya menikah, mendapatkan jodoh yang mulanya berkenalan lewat telepon dengan dia jodoh saya mengacak nomor lalu terteleponlah saya, hal seperti ini merupakan hal terakhir yang saya inginkan dalam hal menemukan jodoh. Saya gak mengharapkan adegan pertemuan yang dramatis dan romantic ala film india, tapi saya paling gak mau dapat jodoh dari telepon iseng.
….
Karena handphone saya masih terbilang baru dan saya belum memindahkan semua kontak telepon dari hp lama ke hp baru maka dengan hati-hati dan kadang random saya mengangkat juga nomor yang tidak terdaftar di phonebook, alasannya tentu saja, karena saya takutnya yang menelepon itu salah satu teman yang nomornya belum lagi saya save kembali.

Siang ini, dengan suasana panas dan amat sangat pengen minum es the manis dengan gula yang hanya satu sendok saja, saya ditelepon oleh nomor asing, ragu tapi saya angkat juga.

Daan.. kali ini tebakan saya salah. Ini bukan teman saya dan bukan telepon dari orang yang ingin mengabarkan hal penting, bukan pula dari panitia kuis yang mengumumkan kalau saya berhasil memenangkan sebuah kulkas dua pintu, inu murni telepon iseng.

Saya keluarkan jurus sinisjudes binti nyebelin andalan saya. Di luar dugaan, kalau biasanya saya mendapat makian dan langsung dihujat dengan kata-kata “sok kecakepan” kali ini si penelepon sama sekali tak menghiraukan kejudesan saya. Dia tenang dan sabar. Dan dia langsung to the point (oke saya suka bagian ini).

Karena dia to the point, terlebih-lebih dia gak mau tau nama saya tapi langsung mengutarakan maksud jadilah saya meladeninya juga secara tak sengaja. Intinya, dia ingin membuat suatu perkenalan dengan saya untuk dijajaki agar kelak menjadi suatu hubungan. Kontan saya tertawa. Saya langsung mengatakan kalau saya sudah terlalu tua untuk melakukan hal semacam itu, apalagi saya gak pernah tertarik berkenalan lewat telepon atau sms ala remaja. Dia gak perdulia. Saya sinisin dia kebal. Saya takjub dalam hati. Hingga saya mengatakan kalau saya ini sudah berumur 28 tahun lalu ia mengatakan bahwa umurnya yang masih 25 dia tetap tak perduli walau saya lebih tua dari dia. Saya mulai merasa dia mengalami gangguan kejiwaan. Oooh.. saya senang ada yang lebih sakit jiwa daripada saya. Soalnya bukankah hanya orang yang lebih gila yang akan meladeni orang gila (saya)?

Saya tak bertanya apapun tentang dia. Tapi dia terus bercerita dan berbicara saya hanya menanggapi obrolannya dengan tawa, soalnya tindakannya memang sungguh aneh. Dia sekarang berada di penjara. Dan dia berkata akan menemui saya begitu dia bebas. Mantap! Baru kali ini saya diajak kenalan ama seorang napi. (maaf saya gak bermaksud menyinggung disini).

Tanpa sungkan dan penuh percaya diri ia mengatakan ingin menemui saya di Banda Aceh begitu dia bebas. Tentu saja saya menolak, bukan karena dia mantan napi nantinya walau itu juga termasuk alasan saya takut menemuinya, tapi yang terpenting dan menjadi kebiasan saya adalah, kenapa pula saya harus berepot ria kopi darat sama orang yang saya gak tahu sama sekali bentuk hidungnya. Okeh, bukan berarti kalo dia mancung akan saya temui atau pesek tidak saya temui. Bukan itu intinya. Intinya saya gak mau bertemu sama orang yang ingin kopi darat dengan cara ini.

Jadi, akhir kata. Sekali lagi. orang ini salah alamat bila menelepon saya untuk mengajak kenalan. Terlebih lagi salah orang bila ingin mengajak saya untuk menjalin suatu hubungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s