Dendam Berujung Lupa

Beberapa waktu lalu saya sempat mendendam. Sekarang mungkin dendam itu masih tersisa. Kala mendendam hal pertama yang inginsayau lakukan adalah menghapus memori. Semua ingatan tentang orang yang saya dendami.

Saya selalu berkata, “kita akan lupa suatu hal kalau kita gak perduli”. Maka saya lakukan itu, saya berusaha tuk tidak peduli dan akhirnya kudapati diriku lupa.

Dulunya saya orang yang gampang merekam suatu waktu kejadian. Tinggal merunut-runut sedikit, maka saya akan mendapatkan sebuah tanggal akan sebuah peristiwa, bahkan bila hal itu tidaklah penting. Tapi, akibat saya mendendam saya hilangkan semua memori yang berkaitan. Saya kosongkan otak. Saya butakan pikiran dari system penanggalan. Saya lupa tanggal.

Lupa akan tanggal itu ribet. Karena dengan tanggal, akitivitas kita ditentukan. Berkali-kali saya mendapati diriku menjadi seperti orang bodoh karena mengira ini hari Rabu padahal masih Senin. Mengira ini tanggal 27 dan saya punya janji tanggal 23 padahal ini masih tanggal 19. Aneh? Wow… saya malah yang ngalamin makin aneh.

Point utama kenapa saya ingin merasa LUPA, seperti hal-nya orang-orang yang begitu mudah lupa bahkan untuk hal yang penting adalah ingin melupakan suatu tanggal istimewa berlabelkan tanggal ulang tahun. Ya hanya untuk itu saya harus bersusah payah membegokan diri dan melinglungkan otak dengan tak tahu tanggal/hari.

Tentu saja saya berhasil. Sayangnya, lupa tak bisa milih-milih. Tak hanya suatu tanggal di bulan November saja yang saya lupakan, tetapi ada tanggal-tanggal ulang tahun lainnya yang turut terlupa walau tak bersalah. Itu saya yang lupa, orang yang selalu ingat ulang tahun orang dan sangat mudah mengingat suatu peristiwa.

Tentu saja saya merasa bersalah akan dampaknya terhadap orang lain. Orang lain yang tak ada sangkut pautnya tetapi termasuk orang yang penting dalam hidup saya bisa saya lupakan dengan mudah. Mungkin gak berarti bagi kamu yang membaca, tapi bagi saya, ini adalah suatu hal yang penting dimana kita mengucapkan selamat ulang tahun ke orang-orang terdekat kita.

Kini, dendam itu telah berkurang. Tak saya katakana hilang, karena saya tak tahu seberapa eksisnya dendam itu kini. Saya bilang, saya telah menerima semuanya tapi kok saya juga merasa diri saya telah berubah sikap. Tak bisa seceria dulu tak bisa seramah dulu. Apakah ini berarti saya masih mendendam?

Yang saya tahu, kini saya tengah memperbaiki otak saya.berusaha lebih konsentrasi pada tanggal dan hari. Karena sebenarnya kalau hal itu lupa hidup saya kacau. Segalanya menjadi tak teratur lagi. Usaha saya kini ada perkembangan walaupun sedikit. Tapi kalau boleh jujur, saya mungkin gak akan kembali menjadi Intan Si Pengingat bagi kalian lagi seperti dulu.

Ps: Maafkan aku untuk gak mengingat tanggal Ulang Tahun mu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s