Casing-nya saja yang berwujud PEREMPUAN

Bisa dibilang saya ini perempuan yang gak benar-benar perempuan. Perempuan gagal-kah kata lebih tepatnya?

Bukan hanya karena saya tidak suka/bisa masak. Tidak juga karena saya ditakuti anak kecil. Juga bukan karena saya gak menyukai bunga dan males ikut kursus menjahit. Bukan hanya itu semua saya menganggap diri saya perempuan gagal, ada lagi hal lainnya.

Sepertinya saya memang gak punya naluri keperempuanan. Segala hal yang berhubungan dengan naluri perempuan gak ada pada diri saya. Yaah.. hanya casing-nya aja saya perempuan. Pun bukan casing perempuan sempurna.

 

Saya gak bilang saya tomboy. Jauh dari kata itu. Walau kata feminine-pun ogah nempel sama diri saya. Tapi semua orang tahu saya perempuan. Yang saya gak punya hanya naluri/perasaan sebagai seorang perempuan. Menurut saya.

 

Salah satu keahlian perempuan adalah pandainya bernegosiasi. Ahli dalam hal tawar-menawar. Tapi saya gak dikarunia bakat tersebut. Kalau belanja yang penting bagi saya cepat dan semua hal yang ingin saya beli terpenuhi. Saya gak mahir dalam tawar-menawar. Saya malah cenderung kasihan sama penjual kalau saya meminta harga terlalu murah. Ada sih, kadang saya nawar gak pake otak dan menghilangkan rasa kemanusiaan dengan nawar harga pake banting-banting, (Oh.. saya gak lagi adu smackdown) tapi itu hanya berlaku kalau otak saya lagi gak pada tempatnya.

 

Seperti yang saya sadari akhir-akhir ini, keputusan saya membeli barang itu sangat cepat kalau saya ada uang tentunya. Mengenai harga, bila toko kedua lebih murah dari toko pertama, maka saya langsung beli barang dari toko kedua dengan lupa MENAWAR TERLEBIH DAHULU di toko kedua, otak saya yang bego menganggap itu sudah murah.

Ibu saya selalu marah kalau saya berlaku begitu. Dan mengatakan saya bego L karena harusnya saya bisa mendapatkan barang itu dengan harga lebih murah lagi pun hanya 10 rbu-20 rbu.

Herannya saya selalu ingat akan peringatan ibu saya untuk menawar setelah barang terbeli. Ohh… begonia saya…

Tapi kadang, saya bisa pelit untuk perbandingan harga yang cuman Rp1000-Rp2000. Ih.. tolol sekali saya!

 

Yaaah… udah lama juga sih saya gak belanja, ntar kalo belanja mau belajar nawar-lah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s