Guna Membunuh Waktu

Duduk sendiri disini. Ditemani segelas lemon tea dingin gratisan. Bersama laptop pinjeman dengan koneksi hotspot gratis. Dilalaikan oleh irama musik. Ngantuk mendera. Bosan menerpa.

Pukul 17.00. Masih satu jam lagi waktuku tersisa untuk tetap duduk disini. Maka untuk membunuh waktu yang kutahu tak pernah akan mati hingga sangkakala berbunyi aku menulis tulisan ini. Tak penting dan tak berisi. Kutulis hanya untuk membuat otakku bekerja sehingga mataku tak terlalu mengantuk. Kutulis untuk menggerakkan jemariku hingga rasa bosan berkurang sedikit.

Aku duduk disini juga sembari berpikir. Akan lebih banyak waktu nantinya yang akan serupa yang harus aku jalani. Aaah… lalu aku mulai merasa ingin waktu berhenti. Perasaan kekanakan yang dilatarbelakangi keegoisan dan kemalasan.

Aku masih menunggu waktu cepat berlalu. Hingga nanti ketika pukul 18.00 tiba aku bisa menghubungi adikku agar dapat menjemputku disini, disuatu tempat aku mengurung diri selama 4 jam sehari. Tempat aku melarikan diri dari rasa jenuh bila hanya terus berada di rumah menunggu ijazah guna kupergunakan untuk mengais rupiah.

 

 

2 thoughts on “Guna Membunuh Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s