Pacar Untuk Semangkok Bakso

Ayoo dong… kamu pacaran aja sama dia. Kan enak ntar pulang pergi kuliah bisa dijemput ama dia,” Ujar perempuan mungil berkacamata penuh semangat. Semangat yang membuat curiga jangan-jangan dia ada peran di balik layar penembakan yang dilakukan.

Ogah,” jawab perempuan yang baru saja dinyatakan cinta oleh abang letting di kampusnya.

Kenapa? Entar juga kamu bakal ditraktir makan sama dia. Enak kan bisa makan bakso gratis,” si gadis mungil masih beragumen.

Hey… kalau aku berpacaran hanya demi semangkuk bakso, maaf, aku masih punya uang untuk bayar baksoku sendiri. Kalaupun aku pengen bakso dan gak punya uang, aku masih punya kamu yang bisa aku utangi. Gak perlu pacar hanya demi bakso gratis.”

=============================================================================

Hahahaha…. Familiar dengan percakapan di atas.

Iya sih, untuk seusia kita sekarang, (kita? Saya aja kaleeee) emang percakapan gitu udah punah dari kehidupan sehari-hari kita. Namun coba ingat, beberapa tahun lalu. Saat masih berseragam putih abu-abu, atau saat masih menjadi mahasiswa, hal seperti itu kerap terjadi.

Dan benar, buat apa capek-capek pacaran hanya demi semangkok bakso gratis?

Mending kalau pacarannya selalu happy happy aja, tapi tau sendirilah kalau udah pacaran itu gimana. Yang perempuan bakal sering drama queen, dan yang lelaki tak mau kalah menjadi drama king.

Maka, bila perasaan tak terlalu kuat, bila masalah yang hanya didapat, bila cinta belum mendekat, kenapa harus malu menjadi jomblo lalu pacaran hanya demi semangkok bakso gratis?

Dua Puluh Enam

Umur dua puluh enam udah pantes menggunakan krim anti aging belum siy?

Ini catatan ulang tahun yang terlambat. Sama seperti menstruasi saya yang terlambat datang bulan ini. Usia 26 tepat menghampiri saya pada tanggal 10 kemarin, namun sebab galau tak berkesudahan (sekarang sih sudah) mengingat umur yang sudah tak lagi muda membuat saya urung menulis.

Aaak…

Saya merasa saya sudah tua…

Karena bahkan seperempat abad lebih sudah saya lalui. Huvt…

Mengingat umur pasti juga mengingat pencapaian yang telah diraih.

Baiklah. Alhamdulillah atas usia yang masih diberikan Allah swt, atas raga dan jiwa yang (kadang2) sehat, atas pekerjaan yang mengasyikkan, atas rejeki-Nya yang tak berkesudahan, atas kebahagian yang saya nikmati, atas keluarga yang selalu ada buat saya, atas sahabat yang selalu masih setia, atas rekan kerja yang baik hati, daaan… atas seseorang lelaki yang pada ulang tahun lalu tak tahu saya sebut apa namun dia special, kini dengan bangga saya menyebutnya tunangan saya (sebab sudah nangkring sebuah cincin di jari manis saya), atas calon mertua yang baik banget ama saya, meskipun belakangan saya menyesal telah menyia-nyiakan kebaikan mereka.

Ya.. atas semua itu saya bisa tersenyum bangga karena mendapatkannya di usia saya yang ke 26.

Setiap ulang tahun selalu punya cerita sendiri. Memang momen ulang tahun tak lagi menarik bagi saya sejak umurnya 23 tahun. Seingat saya, dua kali saya bahkan melupakan hari ulang tahun saya. Hohoho…

Ulang tahun kali ini, pagi2 sekali saya mendapatkan kejutan dari temen se-kosan yang meletakkan kado di tempat tidur saya kala saya mandi.

20140910_072458

Lalu setelah itu pergi ke kantor dan mendapati, rekan kerja saya yang usianya hanya 5 tahun lebih muda dari ayah saya membelikan saya sarapan. Dia tahu saya jarang sarapan sejak tinggal dan bekerja di Ulee Glee. Dan ini merupakan hadiah ulang tahun darinya.

Camera 360

Malamnya saya mendapati donat dari teman sebagai hadiah kue ulang tahun untuk saya.

20140910_230753

Tidak lupa banyak ucapan dari teman, sahabat, dan keluarga.

Lalu bagaimana dengan tunangan saya?

Bila tahun lalu dia orang pertama yang mengucapkan ulang tahun pada saya, kini ia menjadi orang yang terakhir ngucapin. depressed1 onion head

Bila tahun lalu dia begitu romantis mengucapkan ulang tahun sambil menyanyikan lagu dari David Lee- Happy Birthday, tahun ini dia hanya mengucapkan selamat ulang tahun.sigh onion head

Bila tahun lalu dia ingat, tahun ini saya harus berucap “Bang, Intan ulang tahun loh hari ini?”.

Ya… dia lupah sodara-sodara… whip onion head

Huahahahahaha

*ketawa setan*

Well… tapi saya yang pernah berjanji gak akan mempermasalahkan momen-lupa-hari-ulang-tahun-di-momen-ulang-tahun maka saya gak marah-marah ama diayawn onion head . Ya… wajar siy kalau dia lupa. Soalnya sejak sebulan belakangan kerjaanya begitu padat, ditambah lagi di hari ulang tahun saya dia tengah mengikuti diklat yang mana menyita seluruh harinya untuk belajar. Makanya saya gak heran dia lupa. Saya justru heran kalau dia ingat. Karena sudah menebak inilah makanya saya gak mencak-mencak.

Lagian, seperti yang adik saya katakan, bila saya sendiri pernah melupakan hari ulang tahun saya, kenapa justru heran bila orang sesibuk dan secuek tunangan saya melupakan hari ulang tahun saya.

Hahahaha…

Iya. Ini aneh.

Hmmm…

Harapan di ulang tahun lalu adalah semoga di ulang tahun akan datang (yang mana sekarang) saya sudah menikah atau paling tidak sedang menyiapkan pernikahan saya.

Kejadiaaan??

Tentu tidak sodarah sodarah..hell yes onion head

Saya belum menikah, dan bahkan saya tidak sedang menyiapkan apapun untuk pernikahan saya.

Ya… gak semua harapan itu terkabulkan. Mungkin Tuhan punya rencana lain, dan biarkan saya bersabar menunggu doa saya dikabulkan.

Well…

Mau tau apa harapan saya tahun ini?

Lebih spesifik dari harapan tahun lalu.

Ya.. saya ingin menikah. Tahun depan saat ulang tahun ke 27 saya harus sudah menjadi seorang istri. Istri dari tunangan saya sekarang.

Yang bilang aamiin mana suaranyaaaaa??

happy onion head

Duhai Penulis

Sudah chapter ke 13. sudah halaman ke 89. Dua tokoh utama belum juga jatuh cinta. Duhai Penulis, bila ini adalah sebuah novel romantis yang tengah ingin Kau tulis, para pembaca mungkin sudah bosan setengah mati. Alih-alih menyelesaikannya, pembaca itu malah akan membuang novel ini.

Sudah chapter ke 13, harus berapa chapter lagi hingga sepasang manusia tokoh utama itu mendapatkan romantisme hingga novel ini menjadi layak dibaca? Harusnya saat ini bukan lagi tentang cerita datar nan membosankan. Tidakkah Kau peduli akan pembaca-Mu? Atau tidakkah Kau prihatin akan dua tokoh ciptaan-Mu itu.

Bila kisah ini membutuhkan ratusan chapter, maka pada chapter ke berapakah akan Kau tunjukkan tanda-tanda dua insan jatuh cinta?

Bila kisah ini membutuhkan ribuan halaman, akankah Kau pastikan kisah ini akan berakhir happy ending?

Satu hal, Penulis. Jangan pernah Kau ubah genre novel ini.

Sementara itu, Para Para Perempuan Single

Tanpa secangkir kopi di meja kerja, tangan saya sibuk menari-nari di layar ponsel saya. Aktivitas di pagi hari itu adalah mengobrol dengan beberapa teman melalui aplikasi chating. Nasabah belum datang pada jam segini, maka saya manfaatkan waktu saya untuk bertukar kabar dengan beberapa teman lama atau teman gak pake lama demi menjaga hubungan. Bertanya hal biasa seperti kabar, kerjaan dan kesibukan. Untuk beberapa yang sudah mempunya pasangan saya tanya pasangannya, yang sudah punya anak saya tanya kabar anaknya.

Setelah itu saya beralih melakukan percakapan di salah satu grup chating yang isinya rekan-rekan kerjanya. Lingkupnya kecil. Rekan kerja tapi yang berteman dekat. Perempuan semua.

Dalam grup itu berisikan 4 perempuan yang berusia antara 23-26. Usia segitu di mana ada perkumpulan perempuan lain yang sibuk membahas mengenai pentingnya ASI dan tempat baby spa yang bagus, atau membahas menu masakan yang sehat bergizi untuk keluarga beserta riwil harga sembako naik, sementara kami….

Kami, para perempuan single berkarir ini malah berasyik masyuk membahas perbandingan harga emas, toko emas yang bagus, dan kadar emas yang baik (ini releven dengan pekerjaan saya yang bergelut di hal-hal beginian)

Ya… kata salah satu temen saya itu, untuk sementara inilah kehidupan yang kita punya. Kehidupan yang hanya berisi percakapan soal pekerjaan yang di-sharing.

Saya setujui, dan berharap kelak, pembahasan kami akan melebar. Ke ranah kehidupan perempuan sebagai istri atau ibu, tidak lagi hanya perempuan berkarir.

11 Cara (mungkin) Ampuh Ngusir Stress Akibat Patah Hati

Berikut 11 cara yang bisa kamu lakukan guna mengusir stress yang bisa jadi disebabkan oleh patah hati atau perkara kehidupan lain yang pelik.

  1. Olahraga sampe capek, tapi jangan sampe mampus. Bisa coba jogging yang murah meriah atau sepedaan. Kalau gak punya sepeda pinjem dulu ama tetangga juga boleh.

  2. Karaokean. Silahkan pilih lagu sesuka hati. Lagu-lagu ngerock mantap abis buat bikin efek kepala ringan sesaat. Lagu-lagu mellow juga bisa, sebagian orang saat patah hati ingin menguras hatinya habis-habisan dengan lagu mellow yang berdarah-darah (halah!)

  3. Nonton film sampe puyeng. Hindari film bergenre romantis. Lebih baik pilih film bunuh-bunuhan, mana tau ada satu adegan yang cocok buat dipake bales dendam kepada orang yang telah membuat hati patah atau stress.

  4. Makan sebanyak-banyaknya. Kalau saya sih gak bisa. Kalau stress saya gak bisa makan, saya justru banyak makan ketika hati sedang riang gembira.

  5. Nulis. Bikin puisi kek, cerpen kek, atau postingan geje “11 Cara (mungkin) Ampuh Ngusir Stress Akibat Patah Hati”.

  6. Ambil boneka tulis nama seseorang yang telah bikin kamu stress lalu tusuk-tusuk kepala, mata, perut dan kaki bonekanya sambil baca mantra. Apa bunyi manteranya jangan tanya saya, karena saya belum belajar ginian.

  7. Jalan-jalan. Gak perlu sampe travelling ke luar kota atau negeri kalau biaya dan waktu gak memungkinkan. Cukup jalan-jalan kitari kotamu seharian atau duaharian atau malah tigaharian. Pergi ke daerah-daerah yang belum kamu kunjungi. Atau pergilah ke pelosok-pelosok kampungnya, singgah di salah satu rumah dan minta makan siang gratis kalau dikasih.

  8. Membersihkan kamar mandi. Sikat lantai kamar mandi sampai kinclong, kuras bak mandi sampai bersih, sikat dinding-dinding kamar mandinya juga. Lalu setelah itu mandi yang bersih. Pasti jadi seger. Stress ilang sih belum tentu, penting kamar mandi bersih dulu.

  9. Nongkrong bareng temen. Cerita-cerita sambil ketawa-ketiwi. Diselingi curcol juga boleh, namun lebih asyik kalau ngumpul-ngumpul sambil ketawa-ketawa aja gak usaha pake curhat sambil mewek.

  10. Belanja. Namun kamu harus siap mental kalau setelahnya bokek mendadak. Soalnya hati yang patah biasanya membuat kinerja otak tidak berjalan sempurna.

  11. Memikirkan 11 cara untuk ngusir stress akibat patah hati agar otak terus bekerja guna mengalihkan pikiran.

Huvt…huvt…huvt…

Belanja dan Patah Hati

Mungkin ada yang pernah mendengar bila seorang perempuan patah hati maka salah satu cara mengobati luka hati adalah dengan cara belanja. Khas perempuan bangetlah. Mungkin malah kamu bukan hanya mendengar melainkan termasuk golongan orang-orang yang belanja bila patah hati.

Dulu sih sebenarnya saya pengen banget bisa melakukan hal kayak gitu. Patah hati atau stress ya tinggal dibawa belanja aja. Beli ini itu untuk meringankan beban hati dan pikiran tapi dulu saya belum punya kemampuan untuk hal itu. Keuangan saya dulu tak sebaik sekarang, makanya kalau stress saya lebih memilih melakukan hal yang tak banyak menghabiskan uang semisal nongkrong bareng temen atau nonton koleksi film-film hasil donlodan sampe puyeng.

Nah, beberapa hari lalu saya kembali dilanda stress dan patah hati mendalam. Nafsu makan hilang tidur tak tenang. Beragam cara berdasarkan pengalaman pribadi telah saya lakukan guna mengusir gundah gulana, namun tetap tak berhasil.

Olahraga sampe capek udah saya lakukan, tapi saya malah keliyengan gegara kurang makan dan gak cukup tidur.

Karaokean jejeritan ampe nangis juga udah saya lakukan tapi bukannya stress yang ilang malah suara serak yang saya dapatkan.

Nonton pilem horror dan thriller sampe bengak juga udah saya lakukan, tapi tetap saya merasa nelangsa.

Lalu kepikiranlah saya untuk belanja. Dengan sisa THR saya pergi ke pusat perbelanjaan dan belanja.

Lalu entah kenapa saya kalap.

Entah saya kalap entah saya dihipnotis oleh penjualnya entah juga otak saya yang masih gak bekerja dengan baik, karena begitu pulang ke rumah tiba-tiba saya sadari saya bokek mendadak.

 

Hitung-hitung uang di dompet dan mengingat-ingat sisa saldo atm ternyata membuat saya harus lanjut puasa hingga gajian tiba. Juga ditambah saya belum bayar uang kosan untuk bulan ini.

Aaaaaak….

Stress ini membunuh saya dan sekaligus membunuh isi dompet saya.

*menatap nanar kedua tas dan sepasang sepatu yang telah saya beli*

Apa saya gadai aja ini tas?

 

Ya, mungkin saya gak cocok dengan metode belanja untuk menghilangkan stress dan meredamkan hati yang remuk.

Bila Nanti Kita Menikah

Aku mensyukuri pekerjaanku ini. Pekerjaan yang gak akan pernah membuatku lembur. Ada. Tapi itu mungkin akan sangat jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali. Sehingga bila nanti kita menikah, kamu yang kerjaannya selalu lembur dan ketika kamu pulang dalam keadaan letih, ada aku yang menyambutmu pulang dengan senyum dan akan membuatkan minuman apapun yang kamu inginkan.

 

Aku menyukai pekerjaanku yang jarang menatap layar komputer. Hingga tidak membuat migrainku kumat. Bayangkan saja, pekerjaan dulu selalu membuatku pulang dalam keadaan lelah dan migrain karena selalu menghadapi komputer. Situasi ini memberikan keuntungan buatku hingga, aku tetap dalam kondisi fit sepulang kantor hingga bisa memasakkan makanan yang kamu inginkan untuk makan malam kita. Hey… aku sudah belajar memasak.

 

Aku menyukai pekerjaanku yang pulangnya lebih awal dari kantor kebanyakan, hingga aku punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan apa-apa saja hingga kamu pulang kantor.

 

Aku menyukai ketika aku bekerja. Maaf bila aku tidak bisa menjadi Ibu rumah tangga mutlak. Setidaknya saat ini. Tapi belum tau nanti. Mungkin nanti, aku akan mengubah pikiranku entah dengan apa.

 

Tapi yang harus kamu yakini adalah, sesuka apapun aku terhadap pekerjaanku, secinta apapun aku terhadap karirku, tetaplah kamu diatas segalanya, tetaplah kamu yang lebih aku suka, tetaplah kamu yang lebih aku cinta.

 

 

Maka, kamu. Jangan melakukan hal sebaliknya. Nanti, bila kita menikah.

Diperkosa: Kalau Gak Bisa Ngelawan ya Nikmati Aja (?)

Hidup itu kayak diperkosa, kalau gak bisa ngelawan ya nikmati aja.”

Setau saya quote ngasal itu punyanya Raditya Dika. Tapi bagaimana setahu kamu?

Abaikan soal makna dari quote ngasal tersebut, saya ingin artikan secara harfiah aja anak kalimatnya yang menjadi kalimat penjelasan.

Kalau gak bisa ngelawan dinikmati aja”

Iya gak sih kita (ngajak ngomong ama perempuan) kalau diperkosa terus gak bisa ngelawan malah bisa nikmati aja? Saya belum tau emang rasanya proses persetubuhan itu kayak gimana, tapi emang kata orang nikmat. Lantas apakah karena itu nikmat maka ketika diperkosa kita bisa nikmati gitu aja?

YANG BENER AJA?

*sewot to the max

Paling yang bisa kita lakukan kalau kita gak sanggup ngelawan ya nangis, atau pingsan. Lalu setelah semua berakhir dan kita sadar kita jadi gila mungkin. Mungkin…

Nah, saya punya kisah nih tentang perempuan-perempuan hebat yang lebih baik mati ketimbang keperawanannya atau harga dirinya direnggut paksa secara tidak halal.

Kisah pertama saya baca di koran lokal Aceh, Prohaba. Kejadiannya tempat saya tengah mengais rejeki sekarang, Bireuen. Seorang ABG lebih milih melarikan diri secara nekat dengan mempertaruhkan nyawanya dengan berenang di laut selama 3 jam sejauh 2 mil untuk menyelamatkan harga dirinya dari lelaki bejat hidung belang. Syukurnya setelah berada di air selama itu ia masih hidup.

Hebat?

Iya. Menurut saya aksi heroiknya patut diacungi jempol.

Baca kisah lengkapnya di sini: Takut Dicabuli, Cewek ABG Renangi Laut 3,2 Km 

Kedua, cerita yang berasal dari Pontianak. Saya tau kisah ini karena salah satu teman dunia maya saya mempublikasikannya di Facebook.

Seorang remaja putri dibunuh oleh pacarnya karena dia menolak melakukan hubungan intim dengan si pacar brengseknya itu. Ya, dia tetap saja tidak membiarkan si pacar mengambil sesuatu yang berharga pada dirinya meskipun akhirnya ia dibunuh.

Baca cerita lengkapnya di sini: You Dont Have to Kill Her

See?

Gak ada tuh yang namanya kalau gak bisa ngelawan ya dinikmati aja.

Kita harus ngelawan apapun caranya.

Apapun resikonya.

Karena apabila kita mengatakan kalau gak bisa ngelawan ya dinikmati aja itu namanya bukan ngelawan tapi pengen, itu namanya bukan pemerkosaan tapi mau sama mau.

 

TMT 1 Juli: Udah Bisa Nikah

Akhirnya masa penantian setahun itu datang juga.

1 Juli 2013 saya resmi diangkat menjadi pegawai di Perusahaan tempat saya menerima gaji setiap tanggal 25. 1 juli 2014 merupakan masa yang ditunggu karena pada tanggal ini maka hak cuti sudah saya dapatkan juga……………

hak untuk menikah.

Yay!

Yay!

Gak terasa udah setahun resmi jadi pegawai, namun kalau dihitung masa OJT ini sudah jalan 1.5 tahun. Kayaknya inilah pekerjaan yang terlama yang pernah saya geluti. Bisa merayakan anniversary untuk pekerjaan kali ini merupakan suatu hal baru bagi saya yang kalau kerja kaya bajing lompat.

Cuti. Aaah… rasanya pengen segera ngambil cuti buat dipake jalan-jalan kayak orang-orang atau juga………..

dipake buat nikah.

Hakhakhakhak…

 

Yang Telah Pergi Gak Bisa Kangen

Kata orang Jawa, apabila kita mencium bau yang mengingatkan akan orang lain, biasanya orang itu memang sedang memikirkan atau merindukan kita. 

-Wangi-

Kalimat tersebut saya ambil dari sini. Salah satu blog yang kerap saya baca kalau blogwalking.

Hal pertama yang muncul ketika saraf otak saya memberikan informasi tersebut memberikan efek kepada saya tentang kenangan. Lagi. Dan lagi.

Sebelum saya melanjutkan, tolong tahan diri kalian untuk tidak memberikan puk-puk lagi buat saya. Tenang saja, saya menulis ini tidak dengan perasaan galau. Hanya ingin menulis. Itu saja. Kehidupan saya sudah sangat baik sekarang.

Balik ke topik ye.

Pas awal-awal si pacar meninggal, saya pernah mengalami hal serupa. Aroma khas-nya tiba-tiba menyambangi hidung saya. Itu bukan aroma dari parfum yang ia kenakan, karena sekeras apapun saya memintanya memakai parfum tak pernah mau ia lakukan. Aroma yang menyambangi hidung saya itu berasal dari pengharum pakaian yang digunakan ibu saya yang juga sama dengan aroma yang dipakai oleh almarhum pacar saya.

Ketika itu reaksi saya adalah kaget. Lalu benak mulai muncul sekelebat kenangan tentangnya. Tentang canda tawa kami, tentang rajukannya, tentang perdebatan tak penting, tentang amarah. Tentang semuanya. Tentang dia.

Ketika itu reaksi kedua saya adalah murka mendadak. Saya kesal kenapa ibu saya memilih pengharum pakaian yang sama yang selalu ia pakai. Saya kesal saya harus kembali mengingatnya dengan cara seperti itu. Saya ingat saat itu saya melarang ibu saya kembali memakai pengharum pakaian itu. saya tak ingin terjebak kembali bersama kenangan tentangnya. Karena saat itu (setahun lalu) hati saya masih labil.

Bila memang dikatakan bila kita mencium aroma seseorang maka orang tersebut tengah kangen dengan kita. Sepertinya untuk kasus saya, hal ini tidak berlaku. Karena saya percaya, orang yang telah mati terputus segala urusannya dengan dunia kecuali 3 hal: doa anak yang sholeh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah.

Blog Stats

  • 106,903 hits

Archives

Kapan Gajian?

September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,770 other followers