Cinta Itu

Cinta itu bejat. Bagaimana bisa ia mempermainkan kita dengan datang terlambat pada orang yang baru kita temui. Sementara kita tak lagi sendiri.

Cinta itu biadab. Bagaimana bisa ia mempermainkan kita dengan datang pada seseorang yang kita jatuhi hati. Sementara pada yang lain, kita telah mengikat janji.

Cinta tu brengsek. Bagaimana bisa ia mempermainkan kita dengan mengenalkan yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Sementara hati kita begitu sakit.

Cinta itu bajingan. Bagiamana bisa ia mempermainkan kita dengan tetap tak bisa berpindah hati pada yang telah mati. Sementara hidup kita terus berjalan.

Munculnya Teman Lama yang Berniat Jualan

Apa yang kamu pikirkan kalau tetiba seorang teman lama yang udah bertahun-tahun gak ada kabar menghubungi kamu?

Atau apa yang kamu pikirkan bila seorang temen semasa SD kamu yang selama ini cuma menjadi teman di FB, mengirim pesan dan meminta no ponsel juga pin bb-mu?

Hayooo apa yang kamu pikirin?

Saya aja nih ya, saya sih sukanya suudzon. Berpikir ‘hmmm… pasti mau jualan nih’ atau ‘hmm.. mau diprospek nih’.

Ada yang mau mikir kayak saya?

Hoo.. saya aja yak?

Baiklah.

Tapi hampir semua kecurigaan saya bener loh adanya. Dari yang jualan kosmetik (semacam krim siang malam) dengan iming-iming agar saya tampak cantik karena saya seorang wanita karier yang lalu saya balas “apa aku gak cantik ya selama ini?” yang kemudian berhasil membuat si temen salah tingkah. Huahahaha…

Sampai… meminta saya menjadi salah satu nasabahnya.

Selain hal-hal berbau bisnis tersebut ada juga sih yang tetiba nyapa dan….

Ngirim undangan pernikahan.

Sambil memakai kalimat andalah “kamu kapan nyusul aku?”

Oh ya.. mungkin temen saya itu rada narsis ya, pede banget menyuruh saya mengikuti langkah pilihan hidup dia. Padahal menurut saya pernikahan itu…

Ah sudahlah, nanti lain waktu saya bahas pernikahan dan kaitannya dengan pernyataan ‘kapan nyusul aku?’, karena topik kali ini membahas soal teman lama yang tiba-tiba datang dan akrab.

Melihat fenomena ini dan menyadari karir saya (setiap karir pastinya) membutuhkan networking, maka saya tidak mau menjadi sosok yang muncul saat kepepet. Saat misalnya saya diperintahkan atasan untuk promosi guna meningkatkan omset unit yang saya kelola.

Demi menjaga nama baik dan silaturahmi dengan teman lama atau teman baru maka saya memanfaatkan gadget saya yang terpaksa saya beli karena tuntutan karir. Saya manfaatkan segala aplikasi chating yang ada, lalu saat pagi hari, sembari sarapan roti dan minum milo hangat di kantor, saya mainkan jemari saya menyaapa teman, teman lama, sahabat, sahabat lama, mantan pacar, mantan gebetan, mantan tetangga, mantan calon mertua, mantan calon kakak ipar, mantan bos, mantan mantannya temen kos saya dulu (aih ribet), dan tunangan saya.

Okeh, yang terakhir saya sebut itu sebenarnya hal rutin.

Nah.. dari deretan orang-orang yang saya sapa itu, saya mulai dengan “hai apa kabar?”

Dari pertanyaan sederhana itu terjadi beragam reaksi muncul.

Ada yang:

  1. Baik. Kamu sendiri apa kabar?
  2. Kamu apa kabarnya? Lama ya udah gak ketemu?
  3. Tumben nih?
  4. Ada apa nih?

Saya suka respon nomor 1 dan 2, namun coba perhatikan respon 3 dan 4. Ada kecurigaan di sana. Terselip prasangka layaknya saya jelaskan di awal. Mungkin mereka seperti saya, curiga saya mau jualan. Atau barangkali curiga saya mau pinjem duit.

Aneh ya.. segitu skeptisnya sudah orang-orang (saya juga termasuk) dengan pertanyaan “apa kabar?”

Maka dari ini saya ingin menghimbau (ya elaaah…) kepada temen-temen semua yang sedang membaca blog saya ini untuk coba kembali menjalin silaturahmi karena bisa jadi suatu saat kita membutuhkan mereka. Agar kita tidak dicap sebagai orang yang ngehubungi kalau kepepet maka kita bisa mulai sekarang, saat senggang. Ambil gadgetmu, kirim pesan ke list contact dan bertanya apa kabarnya, bagaimana kabar anak dan suami/istrinya, lagi sibuk apa sekarang dan bila memungkinkan mengajak bertemu.

Saya saat mencoba begitu selain dicurigai ternyata ada beberapa yang merespon positif loh. Hati rasanya menjadi hangat.

Lagian ya.. buat apa ituh koleksi nomor hape semua orang, minta pin bb si anu si itu, tapi begitu diterima ya udah gitu aja. Nyapa sekalipun kagak pernah. Buat gaya-gayaan banyak list contactnya? Hadeeeuh….

Lalu ada juga yang seperti ini: ‘TC. Abaikan’

Coba diganti cara test contact dengan tetep broadcast tapi menggunakan kalimat “Maaf TC. Apa kabarnya nih?” itung-itung silaturahmi kan?

Udah buruan, ambil gadget dan sapa teman, rekan, dan handai tolanmu, gaessss….

Karena entar mana tau kalau kamu mau nawar asuransi dia akan lebih welcome sama kamu.

Prolog: Kombinasi 4 Perempuan

Cuti yang ambil sejak tanggal 4 Nov-11 Nov 2014 saya pakai buat jalan-jalan ke Korea Selatan. Sebagai perjalanan pertama saya ke luar negeri tentu saja saya sangat bersemangat. Deg-degan, senang, cemas, sumringah, semuanya bercampur aduk.

Perjalanan ini menyertakan 4 orang perempuan. Semuanya single, cantik dan berkualitas.

IMG-20141109-WA0000

Saya sendiri sebenarnya tidak mengenal 2 orang lainnya. Saya berteman dengan si A, lalu si A temenan sama si B, si B sepupuan ama si C. Saya sih gak masalah sama komposisi ini. Meskipun tidak mengenal dua perempuan itu sebelumnya gak membuat saya segan ataupun merasa tak nyaman melakukan perjalanan. Malah menurut saya ini suatu hal yang bagus, jadinya saya nambah temen. Teringat dengan perjalanan beberapa bulan lalu ke Medan (yang cuma untuk bisa makan di Nelayan). Saya juga tidak mengenal dengan perempuan satunya, karena dia adalah temennya temen saya, tapi lalu kami bisa menjadi teman dan tetap menjaga hubungan sampai sekarang.

Dalam komposisi 4 perempuan cantik, single dan berkualitas ini ada satu perempuan yang kami andalkan untuk menjadi guide kami. Nona ini bernama Suci, dengan kemampuannya berbahasa Korea dia sukses membimbing kami ke jalan yang benar menuju tempat-tempat yang kami dambakan kami kunjungi di Korea.

09b46cd78f9f5626fee66bf9efad4b2d[1]

Suci in action

Photo was taken by Carina Adhitia

Guide Assistent adalah Rizka, perempuan ini juga jago baca peta jadinya ia bersama Suci adalah dua perempuan keceh penemu lokasi tempat dan membaca jalur-jalur subway yang katanya njelimet. Kenapa saya memakai ‘katanya’, karena saking njelimetnya, saya aja gak ngerti njelimetnya itu gimana.

Carina, perempuan ketiga yang ternyata adalah adik angkatan saya di kampus yang bahkan gak pernah sekalipun saya kenal di kampus, menobatkan dirinya sebagai Anak Ayam. Menurut pengakuannya, dia gak ngerti itu yang namanya menemukan jalan atau membaca peta, maka dari itu dia ikut-ikut aja kemana Guide membawanya seperti layaknya anak ayam.

Lalu apa peran saya?

Kalau Carina berperan sebagai anak ayam, maka saya ekor anak ayam. Bukan cuma ikut-ikut layaknya anak ayam, saya malah ngikutnya tanpa guna. Ia saya lebih parah. Bahasa yang saya kuasai Cuma bahasa Indonesia, kemampuan membaca peta nol besar, maka dalam perjalanan ke Korea ini saya sama sekali tak berguna. Carina lebih bermanfaat karena ia bisa bahasa Inggris dengan lancar. Saya? Satu-satunya keahlian saya menggunakan bahasa inggris cuma pas mau tanya ‘toilet di mana?’

Kombinasi 4 perempuan yang berbeda karakter dan kemampuan ini ternyata sukses membawa kami semua pergi ke Korea dan pulang kembali hingga ke Aceh dengan selamat.

Kombinasi 4 perempuan yang meskipun awalnya tak saling mengenal ternyata bisa menjadi grup (bukan vokal) jalan-jalan yang sukses.

Kombinasi 4 perempuan yang….

Cantik, single, berkualitas.

g[1]

Saya, Rizka, Carina dan Suci

Saldo Bikin Stress

Passport selesai kini tinggal ribet ngurus visa. Saya gak tau kalau ternyata pengajuan visa itu gak semuanya diterima. Dan ternyata syarat mendapatkan visa itu kok ya ribetnya nyaingin syarat mau nikah siy?

Okay.. mungkin ini siy semacam latihan buat saya sebelum nikah. Ribet-ribetan dulu ngurus visa sebelum ribet-ribetan ngurus buku nikah.

Bentar, teringat soal buku nikah, saya teringat tunangan saya yang karena saking sibuknya gak bisa nikahin saya tahun ini. Bentar ya, saya mau nyapa dia dulu. Mau tau masih hidup apa kagak.

Oke. Masih hidup. Masih ada harapan saya menikah tahun depan. Tapi sebelum nikah saya mau foya-foya dulu. Mau liburan selagi single dulu. Dan seperti yang saya bilang kemarin di sini, pas banget ada tiket promo.

Visa.

Hal pertama yang saya tau dari syarat ngurus visa adalah kalau kita diharuskan mempunyai saldo di rekening dengan jumlah tertentu dan minimal saldo itu ngendap selama 3 bulan.

Berapa saldonya?

Awalnya dikata 10 juta.

Aman. Ada lah segitu.

Seminggu kemudian saya baca-baca blog orang yang telah pergi ke korea katanya saldo rekening bank harus ada sekitar 20 juta. Menurut Bapak Agen Pengurusan Visa juga, minimal saldo sekitar 20-25 juta. Hal ini katanya sudah ia konfirmasi ke pihak kedutaan di Jakarta.

Ebuset.. naik euy.

Sampai sini saya mulai mikir. Soalnya selama ini tabungan saya itu dalam bentuk emas. Iya. Saya berinvestasi emas. Saya gak punya tuh saldo bank kecuali untuk kebutuhan hari-hari. Investasi emas saya lakukan karena saya paling gak bisa nyimpen uang. Lain halnya kalau udah berbentuk emas. Saya jadi lebih hemat.

Sempat kepikiran kalau ingin saya gadaikan saja emas-emasnya demi saldo saya meningkat.

Tapi lalu… ada kabar lagi kalau ke korea itu butuh saldo rekening 50 juta.

stoned onion head

EBUSET. 50 JUTA WOY… setahu saya ini kalau mau ke Eropa baru segini.

Ini ngapain coba uang segitu dipake ke KOREA? Apa saya udah gila? nonono onion head

Emang siy, saya tau ketentuan minimal saldo ini hanya supaya meyakinkan pihak kedutaan aja kalau kita di sana terjamin secara financial dan gak jadi pengemis di negeri abang Lee Dong Wook yang badannya nyenderable banget. Tapi ya, mikir juga lah. Ngapain coba minimal saldo 50 juta. Minimal ya. 50 juta ya. Ebuset noooo onion head

Sampe di sini saya dan temen-temen saya mulai stress. Mulai susah tidur. Mulai susah makan. Okeh.. 2 terakhir itu saya aja yang ngalamin itu juga gegara jadi anak kost yang ngekost di daerah pelosok.

Fiuh.. kami ini hanya ingin liburan. Hanya ingin poto-poto terus pamer di instagram. Bukan pengen buka warung babi panggang dan soju pinggir jalan di sana.

Padahal menurut saya 10 juta cukuplah jadi saldo minimal. Bahkan juga ada beberapa blog yang menyatakan kalau ia bisa mendapatkan visa hanya dengan jumlah saldo 10 juta. Ada juga yang 20 juta. Nah.. berhubung passport saya masih kosong dan belum pernah ada cap visanya, maka saya berusaha yang maksimal aja. Lagian saya gak mau rugi udah beli tiket.

Maka jadilah saldo rekening saya 30 juta. Cuma segitu kemampuan sayasweating onion head . Untung juga kemarin selain gaji ada tambahan dari uang lembur dan uang tunjangan cuti.

Maka dengan saldo 30 juta ini saya cetak rekening Koran selama 3 bulan terakhir. Karena ngurus visanya bulan 10. Maka saya cetak rekening Koran bulan 7, 8 dan 9.

Oiya. Kenapa saya ribet soal saldo dan rekening Koran? Karena hal ini merupakan salah satu syarat kelengkapan dokumen pengajuan visa.

Berikut beberapa dokumen untuk mengajukan visa.

  1. Passport asli
  2. Fotokopi passport
  3. Formulir aplikasi (http://idn.mofat.go.kr/languange/as/idn/im)
  4. Pas photo 2 lembar (ukuran dan warna latarnya beda-beda info yang saya dapat, jadinya saya ngasih 3×4 warna 2 lembar, dan 3×4 latar putih 2 lembar juga 4×5 latar putih 2 lembar)
  5. Fotokopi kartu keluarga
  6. Surat keterangan bekerja (bila telah bekerja)
  7. SIUP tempat bekerja
  8. Surat keterangan mahasiswa/pelajar (bila masih kuliah atau sekolah)
  9. Fotokopi Bukti Keuangan (pilih satu atau lebih)
  10. Fotokopi SPT no 1770/1770 ss
  11. Rekening Koran selama 3 bulan terakhir dengan minimal saldo 30 juta.
  12. Referensi Bank
  13. Slip Gaji (bila bekerja)
  14. Kartu Jamsostek
  15. Fotokopi e-Ticket
  16. Fotokopi e-Accomodation
  17. Itinerary selama di Korea
  18. ID Card
  19. Fotokopi Akta Kelahiran

Yang saya baca-baca dari blog orang yang udah pernah ngurus visa, lebih baik dokumen itu selengkap mungkin. Jadi ya saya usahakan memberikan semua dokumen itu. Sampai-sampai kartu jamsostek dan NPWP pun saya fotokopi. Fiuh..

Deg-degan euy…smoking1 onion head

Yang ngurus visa saya dan temen-temen yang akan berangkat ke Korea adalah salah satu temennya kami yang udah pernah ngurus visa. Kami minta tolong sama dia. Gak jadi pake Bapak Agen Pengurus Visa. Mahal euy ama dia. Visa Korea Rp480.000. fee buat dia Rp600.000. total bayar Rp1.080.000. Fiuh…

Sama si temen ini kami cukup bayar Rp600.000 aja. Kelebihan setelah dipotong uang visa itu kami anggap buat ongkos jalannya dia aja.

Konon kalau suruh bikin ama travel biayanya Rp700.000. Tapi mah, orang travel cerewet. Kitanya mesti punya saldo minimal 50 juta di rekening Koran.

Akhirnya setelah semua dokumen lengkap berkas kami dikirim tanggal 1 Oktober lalu. Dan baru ada kabar mengenai visa kami di tanggal 20.

Yeaaaay…love onion head

Akhirnya visa kami semuanya diterima euy. Kami boleh ke Korea.

Ajaib. Pikir saya.

Soalnya saya ngerasa syarat saya banyak yang kurang. Pertama mengenai jumlah minimal saldo rekening Koran, kedua passportnya saya masih virgin kayak saya (eh?)

Ternyata saya dapet visanya.

Senang bukan main. Gelisah selama 3 minggu sirna sudah.

Koreaaaa… I am coming wow2 onion head

Bikin Passport

Gagal menikah, cuti tahun ini saya pakai buat liburan. Emang siy, udah niat dari awal, kalau batal nikah tahun ini saya emang bakal liburan ke luar negeri. Foya-foya. Ngilangin stress. Awalnya destinasinya paling yang deket-deket aja kayak Malaysia, Singapore, Thailand. Eh… gak taunya tetiba pada suatu malam seorang temen mengatakan kalau lagi ada promo tiket murah ke Korea. Maka… jadilah saya mengatur liburan ke korea. Pas ada temen jalan, pas ada tiket murah, pas cuti belum kepake, pas nikah yang tertunda, pas ada duit.

Yihaaaaaaaaaaaa…

Tiket dibeli.

Tapi lalu… saya belum punya passport.

Iya. Saya sama sekali belum pernah pergi ke luar negeri, makanya gak punya passport. Karena tiket udah dibeli (Cuma maskapai Air Asia bisa beli tiket tanpa adanya nomor passport) maka saya bikin passport dulu.

Ternyata bikin passport itu gak njelimet. Kebetulan saat itu saya juga gak pake antri lama karena datang pagi-pagi. Apalagi saya juga udah daftar online.

Jadi menurut temen, alangkah baiknya kita mendaftar online dulu sebelum datang ke kantor imigrasi biar cepet kelar. Ya.. walaupun udah nyampe di sana kitanya disuruh tunggu dulu dengan alasan diri kita didata dulu. Lah? Leh? Loh? Kan kita udah data online kan?

Udah iyain aja. Emang gitu (mungkin juga ini hanya gaya kantor imigrasi di Aceh). Tapi yang jelas kalau kita udah daftar online ada prosedur yang kita lewati di kantor imigrasi yang akhirnya bikin proses kita cepat kelar. Gegara inilah hingga ada ibu-ibu sewot kenapa saya duluan yang dipanggil tuk poto padahal dia duluan datang.

Nah.. berikut langkah-langkah yang bakal saya beritahukan kalau kamu sama kayak saya yang belum pernah keluar negeri hingga gak punya passport.

ONLINE:

  1. Daftar Online di imigrasi.go.id. Masuk ke menu Pra Permohonan Passport. Lalu isi data sesuai yang diminta.
  2. Setelah data diisi ntar mereka ngirim email konfirmasi. Dalam email itu ada lampiran surat pengantar ke bank.
  3. Bawa surat pengantar ke bank BNI (konon katanya harus BNI) dan bayar Rp355.000+5000 (adm bank)= Rp360.000
  4. Setelah bayar entar kita bakal konfirmasi lagi di webnya untuk memilih kapan jadwal datang ngurus passport.
  5. Bawa bukti bayar dari bank ke kantor imigrasi.

DI KANTOR IMIGRASI

  1. Siapkan dokumen asli dan fotokopi: KTP, KK, Ijazah, Akta Kelahiran, dan Surat Keterangan Bekerja dari kantor kamu bila status di KTP kamu Karyawan.
  2. Isi form yang dikasih oleh petugas imigrasi. Iya. Emang. Kita udah daftar online kan? Udah iyain aja. Isi aja.
  3. Masukan semua fotokopi dokumen dan form ke dalam map yang diberikan petugas imigrasi dan serahkan melalui loket 1 (kalau gak salah).
  4. Katakan pada petugas loket kalau kita sudah daftar online dan minta nomer antrian. Ntar petugas loket bilang kalau data kita harus diinput ulang. Lah? Leh? Loh? Kita udah daftar online kan? Udah iyain aja.
  5. Tunggu dipanggil. Setelah itu baru kita dapat nomor antrian pembayaran.
  6. Nah di loket pembayaran bilang aja kita udah bayar di bank dengan nunjukin bukti pembayaran dari bank BNI.
  7. Setelah itu kita dapet nomor antrian lagi. kali ini nomer antrian untuk poto. Sebaiknya jangan memakai baju putih atau jilbab putih karena latar poto putih. Dan.. bagi kamu pengguna contact lens harap dilepas dulu itu lensanya. Soalnya ntar saat dipoto akan keliatan retina kita aneh dan gak pas. Saya aja yang contact lens-nya warna bening dan selama ini berhasil mengelabui banyak orang ketauan juga oleh si kamera imigrasi euy.
  8. Setelah poto kita diwawancara dan diminta memperlihatkan dokumen asli (KTP, KK, Ijazah, Akta Kelahiran).
  9. Saat wawancara palingan ditanya apa tujuan kita buat passport. Pelis… jangan bilang ingin liburan karena patah hati ditundanya pernikahan. Pelis jangan. Pelis…
  10. Saat wawancara juga ditanya apakah nama kita udah betol atau kagak. Saat wawancara juga gak ditanya aneh-aneh asalkan kamu juga gak jawab aneh-aneh saat ditanya apa tujuan bikin passport.
  11. Setelah itu petugas imigrasi ngasih lagi bukti pembayaran bank tadi yang telah distempel tanggal pengambilan passport. Bukti ini disimpan ya.
  12. Biasanya passport kelar 3 hari kerja dari pengurusan. Nah. Saat tanggal yang tertera datang. Maka pergilah ke kantor imigrasi lagi untuk ambil passport kita yang udah jadi dengan menyerahkan bukti pembayaran bank.

Naah.. itu langkah-langkah (kok banyak ya?) untuk bikin passport. Langkah-langkah ini sebenarnya didikte oleh teman saya yang telah terlebih dahulu ngurus passport. Soalnya saya yang kini tinggal di daerah karena bekerja butuh waktu khusus ke ibukota propinsi untuk bikin passportnya. Makanya saya tanya syarat dan caranya yang lengkap biar gak ribet bolak-balik.

Maka dari itu selesailah passport saya

Gak Bisa Simpen Duit? Simpen Emas Aja

Akhirnya saya sadar satu hal. Selain betapa susahnya saya untuk gemuk, saya juga susah nyimpen duit.

Dulu-dulu ketika saya bekerja di dua tempat sebelum kantor ini, alasan saya gak punya tabungan karena gajinya yang memang ngepas banget. Alhasil bila gajian tanggal 1 tanggal 15 saya udah bisa gigit jari. Itu bukan ngepas dong ya tapi kurang.

Kini bekerja di kantor sekarang Alhamdulillah gajinya sudah lebih banyak dan jauh dari cukup buat saya. Belum lagi ada uang-uang selain gaji yang rutin diberikan. Herannya dengan nominal uang yang segitu rekening saya tetep aja lancarnya habisnya. Kalau dulu tanggal 15 udah gigit jari, sekarang setiap tanggal 24 dompet emang udah kosong. Siap menampung lembar-lembar baru dari gaji yang masuk tanggal 25.

Iya. Sedikit beda. Kalau dulu kurang sekarang pas banget. Pas tanggalnya pas habis. Ebuset banget scary onion head

Ternyata saya orangnya ya gitu, selama saldo masih ada di rekening. Selama kartu atm masih di tangan. Selama anjungan ATM-nya masih ada dan gak offline, saya lancar jaya melakukan penarikan. Ada aja hasrat dari diri saya untuk membuat saldo itu perlahan tapi pasti hingga menyisakan rupiah yang tak mampu lagi ditarik di ATM.

Mengetahui hal ini saya mulai berpikir kalau menabung di bank ataupun di celengan bukanlah gaya saya. Gak bisa. Akhirnya saya memutuskan untuk berinvestasi emas aja. Jadinya setiap bulan saya beli emas sekitar 5 gram. Setelah beli itu baru sisa gajinya bebas saya beli apa aja. Misalnya untuk kebutuhan pokok hari-hari, untuk nongkrong2 cantik, dan untuk belanja-belanja. Intinya, tiap dapet gaji, beli aja emasnya dulu.

Ada siy kadang saya gak beli, bila mengingat pengeluaran di bulan tersebut akan banyak karena ada keperluan mendadak dan penting banget.

Tapi sebenarnya tetep bisa kok niat saya beli emas 5 gram tiap bulannya bila uang saya kurang.

Gimana caranya?

Beli emas secara angsuran aja. Pertama cek dulu harga emas hari ini di www.pegadaian.co.id. Setelah itu ya tinggal pergi ke outlet-outlet Pegadaian Syariah terdekat untuk mengajukan pembelian emas secara angsuran. Dengan uang muka 20% kita bisa milih mau beli emas yang berapa gram. Bisa 5 gram. Bisa 10 gram. 25 gram atau sekilo sekalian.

Jangka waktu pembayarannya pun bisa kita pilih. Kalau saya sih milih yang 3 bulan aja. Biar cepet. Ada juga jangka waktu pilihan 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan hingga 3 tahun.

Jadi ya kira-kira, kalau saya beli emas yang 5 gram jangka waktu 3 bulan dengan asumsi harga saat beli Rp2.475.000 (harga tanggal 23 Oktober 2014). Maka saya membayar uang muka Rp574.000 (sudah termasuk adm, margin, ongkir dan asuransi). Lalu entar angsuran perbulannya hanya Rp682.000 saja.

Bentar… saya ngitung-ngitung dulu.

Gaji segini. Keperluan hidup segitu. Keperluan hiburan segono.

Yihaaaa…

Kalau Cuma 600 ratusan ribu perbulan masih cukuplah duit saya buat beli emas wew onion head

Nah, membuat akad pembelian emas secara angsuran di Pegadaian Syariah ini syaratnya mudah. Cuma ngasih fotokopi KTP doang. Trus bayar uang muka. Kelar. Entar tiap bulannya kita tinggal bayar angsuran sesuai akad. Harga emas yang kita bayar perbulannya juga sesuai harga emas saat akad tercipta. Jadi apabila harga emas naik bulan depan saat kita bayar angsuran pertama itu gak ngaruh. Tetep aja kita pake harga pas akad.

Mudah kan?

Entar kalau udah selesai angsurannya, baru deh emasnya bisa diambil. Disimpan baik-baik. Lalu beli lagi emas angsuran yang baru. Buat tabungan jangka panjang. Untuk naik haji, untuk bikin rumah, atau untuk biaya anak sekolah. Kalau saya siy buat tabungan modal nikah saya relax1 onion head

Seperti yang saya sebutkan di awal, saya gak bisa menyimpan uang tunai. Makanya alternatifnya saya investasi emas karena dengan ini tindakan foya-foya saya lebih terkontrol. Karena tarik uang di ATM itu mudah, tapi menjual emas bila cuma untuk foya-foya itu agak lebih berat karena kasihan emasnya. Huhuhuhu.

Nah.. Pegadaian hadir memberikan solusi bagi kita yang pengen memiliki emas tapi penghasilan bulanan gak cukup buat beli tunai. Dengan angsuran, investasi emas bukan hal yang mustahil bagi kita yang cuma pegawai biasa dengan gaji biasa.

Ah… Pegadaian memang mengatasi masalah tanpa masalah.

Ini nih penampakan emas yang saya beli di Pegadaian. Emas PT ANTAM dengan kadar 99.99%

IMG_20140207_142631

Sinyal Buruk Penghalang Cinta

Kemarin seorang rekan seangkatan kerja saya menelepon. Si dia ini adalah lelaki yang sangat kurang beruntung mendapatkan penempatan di Sinabang. Sinabang (Sinabang ya, bukan Sabang) adalah sebuah pulau yang untuk melintasinya ampun-ampunan deh. Usaha banget. Alhasil jauhnya jarak, susahnya transportasi membuat dia jarang pulang kampung. Gak seperti saya yang tiap minggu bisa pulang ke rumah. Mari kita bersama-sama memberikan doa kepadanya agar ia betah dan mendapatkan berkah selama penempatan di sana. Aamiin…

Balik lagi ke si rekan. Dia telepon saya untuk mengucapkan, “Tan, selamat ulang tahun ya,”

E buset…hehe onion head

Kontan saya tertawa sebelum membalas ucapannya, “makasih ya, Bang. Tapi Abang ucapinnya kecepatan setahun kurang 14 hari nih.”

“Maaf, Tan. Abang tau telat ucapinnya tapi mau gimana lagi, tau sendirilah kondisi Abang sekarang. Di Pulau. Jaringan susah kali. Kita kan enaknya tuh kalau teleponan jam-jam setelah Isya gitu. Nah, di saat waktu kayak gitu sinyal jaringan sibuk. Jam sibuklah. Coba yang kedua kali masih susah. Ya udah pikir besok aja. Besoknya lupa. Pas inget, sibuk lagi jaringan. Ini Alhamdulillah lagi inget dan sinyal bagus,” tuturnya panjang lebar menjelaskan. Saya yang mendengarkan senyum-senyum aja di Ulee Glee. Gak berani terlalu ngejek seperti kebiasaan saya. Wuih.. bisa ngamuk-ngamuk dia objection onion headkalau saya ejek . Hahaha

Nah.. itu cerita saya yang diucapkan ulang tahun terlambat oleh rekan seangkatan yang lumayan dekat dengan saya dan orangnya memang perhatian kepada semua temen-temen.

Dari cerita itu saya berpikir. Berpikir matang-matang.

Fiuh…sigh onion head

Alhamdulillah ya.. meskipun saya dan tunangan harus terpisah jarak seribuan kilometer lebih antara Aceh dan Bandung namun komunikasi kami lancar jaya. Sinyal gak pernah jadi kendala (kecuali Telkoms*l lagi ngulah), pulsa Alhamdulillah lancar jaya dan gak pernah jadi alasan untuk gak telponan, yah.. paling masalah kami hanya waktu aja. Dianya sering sibuk.

Ya mending ya orang yang sibuk daripada jaringan yang sibuk.

Bayangkan. Apa jadinya kalau saya LDR sama orang yang tinggal di pulau, lalu susah dapet sinyal? Apa gak bikin garuk-garuk dinding kalau lagi kangen? Apa gak bikin emosi kalau ada perlu tapi malah gak bisa dihubungi? Wuih…masa harus surat-suratan sih untuk mengucapkan rindu, menyapa pagi hari dan bercerita tentang hari? Bisa basilah ceritanya starving onion head

Maka dengan ini saya ingin mengatakan kabar baik bagi kalian semua pelaku LDR. Selama kamu atau pasanganmu tidaklah berlokasi di Pulau atau daerah tertentu yang sinyal teleponnya susah, maka bersyukurlah meskipun jarak yang terbentang antara kalian jauh.. jauh… jauh.. sekali. Karena jarak tak menjadi masalah bila komunikasi lancar. Well.. masalah siy sebenarnya, cuma kan karena udah berkomitmen untuk LDR dan setia (uhuk… uhuk…) maka ya harus diterima. Masalah kuadrat itu, udah LDR eh.. susah pula komunikasinya gegara sinyal.

Jadi para LDR-ers… bersuka-citalah bila kamu masih bisa mendengar suara pasanganmu kapanpun kamu inginkan. Karena bukan sinyal penghalang cinta kita super onion head